Jurnal Teknik Sipil http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi <p><strong><em>Journal Name : </em></strong>Jurnal Teknik Sipil (JUTSI)<br><strong><em>Frequency :</em></strong> 2 issues a year (May &amp; November)<br><strong><em>DOI : </em></strong><em><a href="https://doi.org/10.31605/jutsi">https://doi.org/10.31605/jutsi</a></em><br><em><strong>E-ISSN: </strong></em><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20250728121180355"><strong>3109-7146</strong></a></p> <p><strong><img src="/public/site/images/imamrohani/dok_sk_2025_08_BARCODE_3109714600_(2).png" width="163" height="71"></strong></p> <p><strong><em>Editor in Chief : </em></strong>Dr. Ir. Imam Rohani, ST., MT.</p> <p><strong><em>Publisher :&nbsp;</em></strong><em>Universitas Sulawesi Barat</em><br><strong><em>Website : </em></strong><a href="https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/index">https://ojs.unsulbar.ac.id/jutsi/</a></p> en-US jurnal.jutsi@unsulbar.ac.id (Dr. Ir. Imam Rohani, ST.,MT) jurnal.jutsi@unsulbar.ac.id (Almayana Alwi, ST., MT) Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0800 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis kesadahan dan TDS Air Tanah Dangkal daerah pangale dan tande Kota Majene http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/6085 <p><em>kualitas air yang baik sering kali sulit didapatkan terutama di daerah yang memiliki kandungan kapur tinggi dalam air tanah. Air yang mengandung kapur, atau dikenal sebagai air keras, dapat berdampak negatif pada kesehatan, seperti menyebabkan gangguan pencernaan dan iritasi kulit. Selain itu, air kapur juga dapat merusak peralatan rumah tangga dan infrastruktur air karena terbentuknya kerak kapur. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesadahan dan Total Dissolved Solid (TDS) pada air tanah dangkal. Metode yang digunakan adalah metode eksprimental dengan mengukur langsung kualitas air di lapangan. Dari hasil penelitian diperoleh&nbsp; nilai kesadahan untuk daerah pangale pada titik 1 adalah 519.55 mg/L, titik 2 adalah 517.53 mg/L, titik 3 adalah &nbsp;727.15 mg/L. Untuk TDS dilokasi pangale diperoleh titik 1 adalah 993 ppm, titik 2 adalah 955 ppm, titik 3 adalah 773 ppm. Sedangkan untuk daerah tande diperoleh kesadahan di titik 1 sebesar 352.25 mg/L, titik 2 sebesar 322.19mg/L, titik 3 sebesar 427.84mg/L dan&nbsp; TDS diperoleh titik 1 adalah 684 ppm, titik 2 adalah 913 ppm, titik 3 adalah 1018 ppm.</em></p> Yusman Copyright (c) http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/6085 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0800 Karakterisitik Marshall Campuran Aspal AC-WC Dengan Bahan Tambah Graphene Yang Dipapar Pada Ambient temperature http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/5576 <p>Peningkatan suhu permukaan bumi dan kondisi iklim tropis yang fluktuatif dapat mempercepat penuaan aspal dan menurunkan performa perkerasan jalan, khususnya pada lapisan Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC). Salah satu pendekatan untuk mengurangi dampak ini adalah penambahan graphene , nanomaterial yang mampu meningkatkan ikatan antara aspal dan agregat. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh graphene &nbsp;sebesar 0,04% terhadap karakteristik Marshall &nbsp;campuran AC-WC yang dipaparkan pada ambient temperature &nbsp;dengan suhu rata-rata harian 27°C (23,9–31,8°C) dan kelembapan rata-rata 87,93%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran dengan graphene &nbsp;mempertahankan stabilitas lebih lama dibanding campuran normal, dengan peningkatan awal hingga 12,87%, sedangkan flow &nbsp;meningkat 15,68% secara bertahap dengan laju lebih rendah, dan Marshall &nbsp;quotient lebih tinggi pada awal hingga pertengahan pemaparan. Penambahan graphene &nbsp;secara keseluruhan memperlambat degradasi campuran AC-WC akibat fluktuasi suhu dan kelembapan tinggi, sehingga meningkatkan ketahanan dan ketegaran struktural campuran pada kondisi tropis.</p> Wahyu Pulungan, Said Jalalul Akbar, Maizuar Copyright (c) http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/5576 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0800 Karakteristik Marshall Penambahan Lateks dan Filler Abu Daun Bambu Pada Aspal AC – WC http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/5894 <p><em>Filler merupakan bahan pengisi rongga yang lolos ayakan no.200, dimana bahan alternatif yang bisa digunakan adalah memanfaatkan limbah yang terbuang. Salah satu penggunaan limbah terbuang yaitu daun bambu yang merupakan limbah organik dan limbah yang memiliki kandungan silika dan zat kimia kedua setelah abu sekam padi. Lateks merupakan getah cair pohon Hevea Brasiliensis yang berwarna putih seperti susu, dan memiliki sifat koloid, Fasa terurai pada Lateks berupa molekul hidrokarbon. Penelitian ini melibatkan campuran filler abu daun bambu dengan variasi (0%, 50%, dan 100%), dan campuran aspal cair AC – WC dengan variasi Lateks (0%, 1%, 3%, 5% dan 7%) dilakukan dengan metode Marshall Test. Hasil penelitian ini memperoleh nilai kadar aspal optimum sebesar 5,4% dan filler abu daun bambu sebesar 100%. Dalam penelitian ini semakin besar penambahan persentase dari lateks, maka nilai VMA dan VIM mengalami kenaikan dan penurunan, penurunan terjadi pada persentase 5% dan 7%. Pada nilai Stabilitas dan MQ mengalamai penurunan dan kenaikan, kenaikan terjadi pada persentase 5% dan 7%. Pada nilai VFA mengalami penurunan pada persentase 1% dan mengalami kenaikan pada persentase 3%,5%, dan 7%. Pada nilai Flow mengalami kenaikan. Variasi Lateks 0%,1%,3%,5%, dan 7% dengan Filler abu daun bambu variasi 100% memenuhi spesifikasi bina marga 2025.</em></p> <p>&nbsp;</p> vella anggreana, Abdul Aziz Copyright (c) http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/5894 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0800 Efektifitas Filtran pada Peningkatan Kualitas Air Air Tanah Dangkal Daerah Pangale dan Tande Kota Majene http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/6087 <p><em>Kualitas aitr tanah dangkal kota majene tidak memenuhi standar kesehatan dari parameter kesadahan dan total dissolved solid (TDS) sehingga diperlukan pengolahan. penelitian bertujuan &nbsp;mengetahui efektiifitas variasi ketebalan media penyaring terhadap penurunan kesadahan dan TDS. Penelitian dilakukan di dua lokasi, yaitu daerah pesisir yang bernama Pangale dan daerah pegunungan yang disebut Tande. Sumber air yang dianalisis berasal dari sumur bor dan sumur resapan. Media penyaring yang digunakan terdiri dari kombinasi ijuk, kerikil, arang aktif, dan biji kelor dengan ketebalan 9 cm, 11 cm, dan 13 cm. Pengujian dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan alat pengukur kualitas air, dan di laboratorium berdasarkan standar SNI serta Permenkes No. 32 Tahun 2017. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa semakin tebal media penyaring, semakin efektif penurunannya terhadap TDS dan kesadahan. Untuk parameter kesadahan, penurunan terbesar terjadi pada ketebalan 13 cm pada sumur resapan Pangale yang mengalami penurunan dari 727,15 mg/L menjadi 517,55 mg/L, dan di sumur bor Tande dari 352,25 mg/L menjadi 333,25 mg/L. Pada parameter TDS, penurunan paling besar juga tercatat pada ketebalan 13 cm, sumur bor Pangale yang turun dari 955 ppm menjadi 540 ppm dan pada sumur resapan Tande dari 1018 ppm menjadi 722 ppm</em>.</p> Yusman Copyright (c) http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/6087 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0800 Analisis efektivitas simpang tak bersinyal pada persimpangan jalan Martadinata - jalan Mustafa daeng sirua kota mamuju http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/5770 <p>Persimpangan menjadi elemen krusial dalam sistem jalan perkotaan, karena faktor-faktor seperti efisiensi,<br>keamanan, kecepatan, dan Tingkat kepadatan jalan sangat dipengeruhi oleh desain dari persimpangan tersebut.<br>Jalan Martadinata–Jalan Mustafa Daeng Sirua termasuk dalam ruas rute utama yang mengaitkan pusat kota melalui<br>berbagai daerah penyangga di sekitarnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa padat arus<br>kendaraan,solusi alternatif, termasuk arus lalu lintas, kepadatan kendaraan, dan keselamatan pengguna jalan.<br>Metode penelitian ini adalah survei lapangan yaitu dilakukan dengan meneliti secara langsung dilapangan untuk<br>mendapatkan data-data yang dibutuhkan. perhitungan data kinerja simpang tak bersinyal menggunakan metode<br>Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Hasil analisa yang diperoleh nilai kapasitas (C) 2599 smp/jam, derajat<br>kejenuhan (DJ) 0,52, dan nilai tundaan (T) sebesar 10,56 det/smp. Maka diperoleh tingkat pelayanan pada<br>persimpangan Jl. Martadinata – Jl Muatafa Daeng Sirua masih mampu menampung volume lalu lintas, karena<br>derajat kejenuhan (DJ) masih kecil dan tingkat penilaian tundaan masih dalam kriteria baik, jadi tidak perlu<br>melakukan perhitungan ulang pada persimpanagan tidak bersinyal Jl. Martadinata – Jl. Mustafa Daeng Sirua<br>Kata kunci: Simpang, Derajat kejenuhan , kapasitas</p> Masnugi Copyright (c) http://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/jutsi/article/view/5770 Thu, 08 Jan 2026 00:00:00 +0800