Main Article Content

Abstract

The discharge of a river basin is influenced by several factors such as rainfall, land use or vegetation conditions, soil type, and topography. This study was conducted to determine the magnitude of the instantaneous flow rate of the Tubo River Basin in the downstream section. The instantaneous flow rate was determined using the floatation method. The floatation method is the simplest method that can be done to measure the flow rate by flowing an object that can float on the water surface. This study used a ping pong ball with a distance of 10 m. Discharge (m3/s) can be determined by the formula of the river cross-sectional area (m2) multiplied by the river water flow rate (m/s). The river cross-sectional area is determined by measuring the river width multiplied by the average water depth. Meanwhile, the flow velocity can be determined by calculating the path length divided by the average travel time of the ping pong ball. Measurements were carried out on a straight section of the river and were carried out 10 times in the morning and afternoon. The results showed that the average flow discharge of the Tubo River Basin in the downstream section was 28.18 m3/s. The use of forest land of 15.15 ha is smaller than non-forest land of 249.66 ha, which has an impact on the small discharge rate. Land cover characteristics and low rainfall factors influence the discharge rate.


 


 


 

Keywords

Discharge Rate Watershed Land Use

Article Details

How to Cite
Rosmaeni, Aldi, & Demma Semu, Y. (2025). Analisis Laju Debit Sesaat di DAS Tubo Bagian Hilir. Pangale Journal of Forestry and Environment, 5(2), 23-38. https://doi.org/10.31605/pangale.v5i2.6018

References

  1. Ariwibowo, M. L., Suripin, S., & Atmojo, P. S. (2018). Aplikasi Penginderaan Jauh dan EPA-SWMM untuk Simulasi Debit Banjara Aki bat Perubahan Lahan Sub DAS Banjaran. In Teknik (Vol. 38, No.2, p. 119.
  2. Asdak. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Air Sungai: Edisi Revisi Kelima. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Yogyakarta.
  3. Asiki et al., (2019). Analisis Tingkat Kerentanan Longsor Daerah Muara Sungai Bone
  4. Kota Gorontalo. Jurnal Jambura Geoscience Review Vol. 1, No. 2
  5. Auliyani, D. (2018). Analysis of land cover change and its impact on peak discharge in Jelap Sub-Watershed, Sintang District. In Jurnal Ilmu Lingkungan Vol. 16, No. 1, p. 61.
  6. Aswar, A., Wahid, A. M. Y., & Halim, H. (2022). Implikasi Hukum Pengaturan Sumber Daya Air Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XI/2013. In Hermeneutika Jurnal Ilmu Hukum. Vol. 6, No. 1).
  7. Daulay, N. S., & Armita, N. (2025). Karakteristik Tanah Di Kalimantan dan Hubungannya dengan Proses Geomorfologi. Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 204-211.
  8. Hidayat, A., Badaruddin, B., & Yamani, A. (2020). Analisis laju dan besarnya volume infiltrasi pada berbagai tutupan lahan di daerah aliran sungai (DAS) Maluka. Jurnal Sylva Scienteae, 2(5), 785-791.
  9. Ideawati, L. F., Limantara, L. M., & Andawayanti, U. (2015). Analisis perubahan bilangan kurva aliran permukaan (runoff curve number) terhadap debit banjir di das lesti. Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering, 6(1), 37-45.
  10. Izzatuddinillah I, B Barus, L.M. Rachman, (2023). Analisis Penggunaan Lahan dan Pola Ruang Berbasis Koefesien Regim Aliran (KRA) pada DAS Air Bengkulu. Jurnal IPB. J.II.Tan. Lingk., Vol. 25, No.2; 56-63. ISSN 1410-7333.
  11. Laban, S., Zubair, H., Nugraha, F., & Fajeriana, N. (2025). Pemodelan Hidrograf untuk Menilai Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Karakteristik Aliran Sungai Di Sub-DAS Tanralili, Sulawesi Selatan (Hydrograph Modeling to Assess the Impact of Land Use Changes on River Flow Characteristics in the Tanralili Sub-Watershed, South Sulawesi). Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research), 9(1), 1-22.
  12. Mahmudi et al., (2015). Analisis Ketelitian Dem Aster Gdem, Srtm, Dan Lidar Untuk Identifikasi Area Pertanian Tebu Berdasarkan Parameter Kelerengan (Studi Kasus : Distrik Tubang, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua). Jurnal Geodesi. Vol. 4, No. 1.
  13. Miardini, A., Gunawan, T., & Murti, S. H. (2016). Kajian Degradasi Lahan Sebagai Dasar Pengendalian Banjir di DAS JUWANA. In Majalah Geografi Indonesia (Vol. 30, Issue 2, p. 134). Gadjah Mada University.
  14. Mustakim, M. (2021). Analisa Fungsi Tampungan Sedimen Pada Checkdam Sungai Alo Terhadap Laju Sedimen Ke Danau Limboto. Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering, 4(1).
  15. Mawardin A dan M Haerul A. Aryan, (2024). pengaruh Debit Air Terhadap Perilaku Erosi dan Implikasi terhada Potensi Kerusakan Infrastruktur; Studi Kasus Sungai Aoit Ai. Jurnal Spektrum Sipil. Volume 11, No. 2:169-177.
  16. Musakkir, M., Tjoneng, A., & Syarif, M. (2024). Menentukan Nilai Erodibilitas Tanah (K) Pada Jenis Tanah Di Sub DAS Jenelata. AGrotekMAS Jurnal Indonesia: Jurnal Ilmu Peranian, 5(2), 203-213.
  17. Mahmud, M., Sumnaikubun, E. N., Mofu, W. Y., & Endayani, S. (2024). Kapasitas Infiltrasi Di bawah Tegakan Araucaria hunsteinii, Intsia bijuga, Swietenia macrophylla) pada Hutan Pendidikan Anggori: Infiltrasi. Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan, 27(2), 152-170.
  18. Muhana, N. H. N., Al Ghifari, M. S., Putri, A. N., Syaharani, A. P., Saputri, M. M. A., & Haji, A. T. S. (2024). Pemetaan tingkat bahaya erosi dan rekomendasi mitigasi di kawasan UB Forest, Desa Tawangargo, Kabupaten Malang. Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 11(1), 42-53.
  19. Nenny, N. (2024). Karakteristik Sedimen dan Pola Transportasi Di Sungai Berdasarkan Variasi Debit Aliran. Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(1), 53-70.
  20. Robbany, A. Z., Setyorini, D. S., Riski, A. M., & Widyastuti, S. (2020). Analisis Karakteristik dan Potensi Tingkat Erosi Daerah Aliran Sungai Blorong Kabupaten Kendal Tahun 2013 dan 2018 Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Pendekatan Universal Soil Lost Equation (USLE). In Jurnal Geosains dan Teknologi. Vol. 3, No. 2; p. 63.
  21. Ridwan, M., & Sarjito, J. (2024). Studi kajian dampak perubahan tutupan lahan terhadap kejadian banjir di daerah aliran sungai. ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research, 26(1), 38-45.
  22. Rosmaeni, Irlan, Widya Utami Adisty. (2024). Dampak Deforestasi Terhadap Produksi Listrik PLTA Bakaru Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Vol. 8 No. 1: 39-54 E-ISSN: 2579-5511.
  23. Sari, D. M., Trya, D. A., & Fuadina, L. N. (2025). Tinjauan Literatur Perhitungan Laju Erosi untuk Mengukur Nilai Ekonomi Ekologi Menggunakan Metode Usle. Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi, 11(1), 149-152.
  24. Sari, T. R., Suharwanto, S., & Asrifah, Rr. D. (2023). Pengolahan Air Tanah Payau Menggunakan Karbon Aktif Granular di Desa Jambakan Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. In Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian Satu Bumi (Vol. 1, No. 1). Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
  25. Sulistyiorini, R. (2020). Alternatif Penanganan Permasalahan Infrastruktur Kebutuhan Air Bersih di Kota Bandar Lampung Melalui Rain Water Harvesting. In Jurnal Sinergi. Vol. 1, No. 1, p. 18.
  26. Setiawan dan Purwanto. (2018). Perbandingan Pengukuran Debit Sungai Dengan Metode Pelampung Dan Current Meter. Prosiding Hasil Penelitian dan Kegiatan Tahun 2018.ISSN 0852-2979
  27. Triwanto, J. (2024). Konservasi Lahan Hutan dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. UMMPress.
  28. Wigati, R., Lestari, M. D., & Arifin, F. S. (2020). Integrasi HEC-RAS dan GIS dalam floodplain mapping Sungai Cilemer HM 53+00 – HM 105+00. In Teknika Jurnal Sains dan Teknologi. Vol. 16, No. 2, p. 171.
  29. Yunianto, B. (2017). Pengaruh Debit Air Semburan Terhadap Efektivitas Dirrect Evaporative Cooling Posisi Horisontal. In Jurnal Rotasi. Vol. 19, No. 1; p. 12.
  30. Yuniarti, L., Effendi, D., & Novitasari, V. (2025). Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea Conephora) Terhadap Berbagai Jenis Tanah Marginal Di Rejang Lebong. PUCUK: Jurnal Ilmu Tanaman, 5(1), 31-36.