PENGENDALIAN HAYATI LAYU FUSARIUM TOMAT MENGGUNAKAN Trichoderma harzianum DAN EKSTRAK Tagetes sp.

Authors

  • Tasmin universitas sulawesi barat
  • Niken Nur Kasim universitas sulawesi barat
  • Nurmaranti Alim universitas sulawesi barat
  • Amir M universitas sulawesi barat
  • Ilham universitas sulawesi barat
  • Dwi Ratna Sari universitas sulawesi barat
  • Sri Sukmawati universitas sulawesi barat
  • Nurul Wiridannisaa universitas sulawesi barat

Keywords:

Antagonisme Mikroba, Biopestisida Nabati, Cendawan Patogen Tanah, Pengendalian Penyakit Tanaman, Sistem Budidaya Berkelanjutan

Abstract

Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum merupakan salah satu kendala

utama dalam budidaya tanaman tomat karena dapat menurunkan pertumbuhan dan hasil secara

signifikan. Pengendalian penyakit di tingkat petani masih didominasi penggunaan fungisida kimia

yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Oleh karena

itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan agens

hayati dan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Trichoderma

harzianum dan ekstrak tanaman Tagetes sp. serta kombinasinya dalam menekan infeksi Fusarium

oxysporum pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Randang Balisa,

Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, selama April–Agustus 2024 menggunakan rancangan acak

kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya

perkecambahan benih, pertumbuhan agronomi, insidensi dan keparahan penyakit, serta komponen

hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dengan ekstrak Tagetessp.

memberikan daya perkecambahan tertinggi sebesar 68,16%. Aplikasi Trichoderma harzianum dan

ekstrak Tagetes sp. secara tunggal mampu menurunkan insidensi penyakit layu fusarium masing

masing hingga 32,00% dan 28,00%, dengan tingkat keparahan sebesar 21,00% dan 18,00%.

Perlakuan kombinasi memberikan hasil terbaik dengan insidensi penyakit terendah sebesar 15,00%

dan keparahan penyakit sebesar 10,00%, berbeda nyata dibandingkan kontrol. Penurunan tingkat

serangan penyakit tersebut diikuti dengan peningkatan jumlah dan berat buah tanaman tomat.

Dengan demikian, Trichoderma harzianum dan ekstrak Tagetes sp. , khususnya dalam kombinasi,

berpotensi sebagai strategi pengendalian hayati dan nabati yang efektif serta berkelanjutan dalam

budidaya tanaman tomat

Downloads

0 Views
0 Downloads
Data indexed from system logs

Published

2026-04-17