EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN BAWANG MERAH
Keywords:
Bawang merah, dosis pupuk, pertanian berkelanjutan, pupuk organikAbstract
Pertanian modern menghadapi tantangan berupa penurunan kualitas tanah dan ketergantungan
tinggi terhadap pupuk anorganik. Dalam kondisi tersebut, pupuk organik menjadi alternatif
penting karena mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara berkelanjutan.
Pupuk organik meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur dan aerasi tanah,
menurunkan keasaman, serta merangsang aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam
proses mineralisasi hara. Bagi komoditas bawang merah yang sangat responsif terhadap
perbaikan kualitas tanah, penggunaan pupuk organik menjadi strategi penting untuk mendukung
peningkatan produktivitas yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini untuk mengevaluasi
efektivitas berbagai dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh perlakuan dosis pupuk
organik dan tiga ulangan, dengan aplikasi pupuk dilakukan tiga kali pada fase awal pertumbuhan.
Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat umbi kering
panen, dan berat umbi kering bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak
terdapat perbedaan nyata secara statistik, seluruh perlakuan pupuk organik memberikan
peningkatan pertumbuhan dan produksi dibandingkan kontrol. Dosis menengah, terutama 0,8 kg
(P1) dan 4,0 kg (P5), memberikan respons terbaik pada pertumbuhan dan komponen hasil.
Produksi umbi kering bersih tertinggi dicapai pada P1 sebesar 4,41 kg per plot (3,67 ton ha⁻¹).
Respons tanaman yang menurun pada dosis tinggi (P6) menunjukkan adanya batas optimum
pemanfaatan pupuk organik. Secara keseluruhan, pupuk organik terbukti meningkatkan
pertumbuhan vegetatif dan hasil bawang merah melalui perbaikan sifat tanah dan peningkatan
ketersediaan hara, sehingga layak direkomendasikan dalam budidaya berkelanjutan.