Status Kesuburan Tanah pada Lahan Pertanaman Jewawut berdasarkan Perbedaan Ketinggian Lahan

Authors

  • Rasdia Universitas Sulawesi Barat
  • Dwi Ratna Sari Universitas Sulawesi Barat
  • Muhammad Nasrul Universitas Sulawesi Barat

Keywords:

C-Organik,, Jewawut,, Kesuburan Tanah,, Ketinggian Lahan,, KTK,

Abstract

Jewawut (Setaria italica L.) merupakan salah satu tanaman pangan lokal yang masih dibudidayakan oleh masyarakat Desa Galung Lego, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar. Tanaman ini memiliki potensi sebagai pangan alternatif, tetapi produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kesuburan tanah pada lahan pertanaman jewawut berdasarkan perbedaan ketinggian lahan. Penelitian dilakukan dengan metode survei lapangan dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada enam lokasi pertanaman jewawut dengan ketinggian berbeda, yaitu 70,30-330 mdpl. Parameter yang diamati meliputi tekstur tanah, pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K, Ca, Mg, Na, kapasitas tukar kation, dan kejenuhan basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel tanah memiliki tekstur lempung berliat. Nilai pH tanah berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kandungan C-organik pada ketinggian rendah hingga menengah tergolong rendah, sedangkan pada ketinggian 304-330 mdpl meningkat menjadi kategori sedang. Kandungan N-total pada seluruh ketinggian tergolong rendah, sedangkan P-tersedia berada pada kategori sedang hingga tinggi. Nilai KTK berkisar antara sedang hingga tinggi, dengan kecenderungan lebih tinggi pada lahan berketinggian lebih tinggi. Dengan demikian, perbedaan ketinggian lahan berpengaruh terhadap beberapa parameter kesuburan tanah, terutama C-organik dan KTK, sedangkan N-total menjadi faktor pembatas utama pada seluruh lokasi penelitian.

Downloads

0 Views
0 Downloads
Data indexed from system logs

Published

2026-06-09