Pengelompokan Kecamatan Berdasarkan Produktifitas Hasil Perkebunan di Kabupaten Polewali Mandar Menggunakan Metode Fuzzy C-Means

Authors

  • Hasminarni Universitas Sulawesi Barat
  • Arnita Irianti Universitas Sulawesi Barat
  • Wawan Firgiawan Universitas Sulawesi Barat

DOI:

https://doi.org/10.31605/jcis.v6i2.3572

Keywords:

Fuzzy C-Means, perkebunan, pengelompokan

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan kontribusi dari implementasi algoritma Fuzzy C-Means (FCM) dalam menganalisis produktivitas hasil perkebunan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dengan menggunakan tiga parameter utama, yaitu nama wilayah, luas lahan, dan jumlah produksi untuk tanaman seperti Kelapa Dalam, Kelapa Hibrida, Kopi Robusta, Kakao, dan Kemiri, penelitian ini berhasil membentuk lima kluster yang memberikan pemahaman mendalam tentang pola distribusi hasil perkebunan. Hasil pengelompokkan ini memberikan dasar untuk mengoptimalkan sektor pertanian di kabupaten tersebut. Informasi karakteristik produktivitas dalam setiap kluster menjadi penting dalam pengambilan keputusan terkait pertanian, alokasi sumber daya, dan perencanaan wilayah oleh pemerintah daerah. Dalam konteks saran, penelitian ini diharapkan dapat diperluas untuk mendapatkan hasil yang lebih aktual, serta kajian lebih lanjut terkait penambahan parameter untuk meningkatkan ketepatan implementasi algoritma Fuzzy C-Means dalam mengelompokkan kecamatan berdasarkan produktivitas hasil perkebunan di Kabupaten Polewali Mandar.

Author Biographies

Hasminarni, Universitas Sulawesi Barat

Program Studi Teknik Informatika

Arnita Irianti, Universitas Sulawesi Barat

Program Studi Teknik Informatika

Wawan Firgiawan, Universitas Sulawesi Barat

Program Studi Teknik Informatika

Downloads

200 Views
286 Downloads
Data indexed from system logs

Published

2023-10-30

How to Cite

Hasminarni, Irianti, A., & Firgiawan, W. . (2023). Pengelompokan Kecamatan Berdasarkan Produktifitas Hasil Perkebunan di Kabupaten Polewali Mandar Menggunakan Metode Fuzzy C-Means. Journal of Computer and Information System ( J-CIS ), 6(2), 40–50. https://doi.org/10.31605/jcis.v6i2.3572