Karakterisitik Marshall Campuran Aspal AC-WC Dengan Bahan Tambah Graphene Yang Dipapar Pada Ambient temperature
DOI:
https://doi.org/10.31605/jutsi.v2i2.5576Keywords:
Modifikasi aspal, Graphene, Ambient Temperature, Peningkatan SuhuAbstract
Peningkatan suhu permukaan bumi dan kondisi iklim tropis yang fluktuatif dapat mempercepat penuaan aspal dan menurunkan performa perkerasan jalan, khususnya pada lapisan Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC). Salah satu pendekatan untuk mengurangi dampak ini adalah penambahan graphene , nanomaterial yang mampu meningkatkan ikatan antara aspal dan agregat. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh graphene sebesar 0,04% terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC yang dipaparkan pada ambient temperature dengan suhu rata-rata harian 27°C (23,9–31,8°C) dan kelembapan rata-rata 87,93%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran dengan graphene mempertahankan stabilitas lebih lama dibanding campuran normal, dengan peningkatan awal hingga 12,87%, sedangkan flow meningkat 15,68% secara bertahap dengan laju lebih rendah, dan Marshall quotient lebih tinggi pada awal hingga pertengahan pemaparan. Penambahan graphene secara keseluruhan memperlambat degradasi campuran AC-WC akibat fluktuasi suhu dan kelembapan tinggi, sehingga meningkatkan ketahanan dan ketegaran struktural campuran pada kondisi tropis.
References
Annura, S. Et Al. (2024) ‘Pengaruh Penambahan Graphene Sebagai Bahan Tambah Aspal Terhadap Kinerja Campuran Ac-Wc’, 8(1).
Asmawi, B. (2020) ‘Durabilitas Campuran Aspal Ac-Bc Terhadap Perubahan Suhu’, Jurnal Desiminasi Teknologi, 8(1).
Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika. (2024). Data Suhu Rata-Rata Di Lhokseumawe Tahun 1994–2024. Diakses Pada 14 April 2025, Dari Https://Www.Bmkg.Go.Id/Iklim/Informasi-Iklim.Bmkg
Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 1969:2016 – Cara Uji Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Kasar. Jakarta: Bsn.
Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 1970:2016 – Cara Uji Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Halus. Jakarta: Bsn.
Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI Astm C136:2012 – Standard Test Method For Sieve Analysis Of Fine And Coarse Aggregates. Jakarta: Bsn.
Badan Standardisasi Nasional. (1998). SNI 03-4804-1998 – Berat Isi Agregat Dan Rongga Di Antara Butir Agregat. Jakarta: Bsn.
Badan Standardisasi Nasional. (2003). RSNI M-01-2003 – Metode Pengujian Campuran Beraspal Panas Dengan Alat Marshall . Jakarta: Bsn.
Ben Charhi, O. And Baba, K. (2024) ‘Influence Of Temperature On The Viscoelastic Behavior And Durability Of Flexible Pavements’, Civil Engineering Journal, 10(7), Pp. 2162–2176. Available At: Https://Doi.Org/10.28991/Cej-2024-010-07-06.
Guillonneau, G. Et Al. (2024) ‘Surface Mechanical Properties And Microstructural Evolutions Along A Thermal Cycle Using High Temperature Scanning Indentation’, P. 1. Available At: Https://Doi.Org/10.34726/6596.
Guo, T. Et Al. (2025) ‘Study On The Performance And Mechanism Of Graphene Oxide / Polyurethane Composite Modified Asphalt’, Scientific Reports, 15(1), P. 2482. Available At: Https://Doi.Org/10.1038/S41598-025-86078-9.
Mashuri, M. And Rahman, R. (2020) ‘Pengaruh Penuaan Aspal Pada Karakteristik Campuran Beton Aspal Lapis Aus Ac – Wc’, Rekonstruksi Tadulako: Civil Engineering Journal On Research And Development, Pp. 47–56. Available At: Https://Doi.Org/10.22487/Renstra.V1i2.30.
Wang, H.-P. Et Al. (2021) ‘Review On Structural Damage Rehabilitation And Performance Assessment Of Asphalt Pavements’, Reviews On Advanced Materials Science, 60(1), Pp. 438–449. Available At: Https://Doi.Org/10.1515/Rams-2021-0030.
Widodo, S., Harnaeni, S.R. And Wijayanti, E. (2012) ‘Pengaruh Penuaan Aspal Terhadap Karakteristik Asphalt Concrete Wearing Course’.
Zhang, K. Et Al. (2023) ‘Influence Of Temperature And Humidity Coupling On Rutting Deformation Of Asphalt Pavement’, Science And Engineering Of Composite Materials, 30(1), P. 20220232. Available At: Https://Doi.Org/10.1515/Secm-2022-0232.