Analisis Identifikasi Keruskan dan Kerugian Akibat Banjir -Desa Tanjung Bunga dan Tanjung Karang Kecamatan Tanah Kampung

Authors

  • Azizul Azizul Universitas Jambi
  • Harmes Universitas Jambi
  • Putri Nurul Kusuma Whardani Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.31605/jutsi.v2i1.6356

Keywords:

Flood; Building Damage; Physical Loss; Rehabilitation; Sungai Penuh

Abstract

Banjir termasuk salah satu jenis bencana hidrometeorologi yang tidak hanya menyebabkan genangan air, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada bangunan tempat tinggal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerusakan bangunan rumah serta mengestimasi nilai kerugian fisik yang ditimbulkan oleh banjir pada periode 2023–2024 di Desa Tanjung Karang dan Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Kajian ini menitikberatkan pada proses identifikasi kerusakan bangunan melalui observasi langsung terhadap berbagai komponen rumah yang terdampak, seperti pondasi, kolom, balok, dinding, lantai, atap, plafon, pintu, jendela, hingga bagian finishing bangunan.Penilaian kerusakan dilakukan pada 50 unit rumah dengan menggunakan metode pembobotan pada setiap komponen bangunan, baik struktur maupun non-struktur, dengan rentang nilai antara 0,00 hingga 1,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian genangan air mencapai sekitar ±3,96 meter. Kerusakan yang ditemukan sebagian besar terjadi pada elemen non-struktural, seperti lantai, dinding, pintu, dan jendela, sedangkan komponen struktur utama bangunan pada umumnya masih berada dalam kondisi relatif baik. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai kerugian terbesar tercatat di Desa Tanjung Karang sebesar Rp390.529.020, sementara di Desa Tanjung Bunga sebesar Rp227.510.980, sehingga total kerugian yang diakibatkan oleh banjir mencapai Rp618.040.000.

References

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2011. Pedoman Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana. Jakarta.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2012. Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), 2022. Pedoman Penilaian Tingkat Kerusakan Bangunan Rumah Pasca Bencana. Jakarta.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), 2023. Standar Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Konstruksi.

Prahasta, E., 2007. Sistem Informasi Geografis. Bandung: Informatika.

Pujawan, I.N., 1995. Ekonomi Teknik. Yogyakarta: Andi.

Triatmodjo, B., 2012. Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Beta Offset.

Soekito, S., 2018. Metodologi Penelitian Teknik Sipil. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Jurnal, Skripsi, dan Penelitian

Dirwansyah, 2014. Analisis Kerugian Akibat Banjir di Bandar Lampung. Skripsi. Universitas Lampung.

Hidayat, F., 2020. Analisis kerusakan bangunan rumah akibat banjir menggunakan metode identifikasi lapangan. Jurnal Teknik Sipil, 9(2), hlm. 75–84.

Putra, R., 2021. Analisis dampak genangan terhadap kerusakan rumah tinggal menggunakan GIS. Jurnal Planologi, 13(2), hlm. 101–112.

Rachma, S.T., 2018. Studi Penentuan Sebaran Daerah Terdampak Banjir di DAS Kali Kamuning Kabupaten Sampang Menggunakan Aplikasi HEC-RAS v5.0. Skripsi. Universitas Brawijaya.

Rahman, A., 2022. Kajian kerusakan rumah pasca banjir berdasarkan komponen bangunan. Jurnal Teknik Sipil, 12(3), hlm. 231–240.

Sari, D.M., 2019. Estimasi kerugian bangunan pasca banjir menggunakan perhitungan biaya perbaikan dan harga satuan. Jurnal Rekayasa Infrastruktur, 6(1), hlm. 41–52.

Yudianto, A., 2020. Analisis Kelayakan Ekonomi Penanganan Banjir Sungai Bringin Kota Semarang. Tesis. Universitas Diponegoro.

Referensi Tambahan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2020. Data Informasi Bencana Indonesia. Tersedia pada: https://bnpb.go.id

Downloads

0 Views
0 Downloads
Data indexed from system logs

Published

2026-05-31

How to Cite

Azizul, A., Harmes, & Putri Nurul Kusuma Whardani. (2026). Analisis Identifikasi Keruskan dan Kerugian Akibat Banjir -Desa Tanjung Bunga dan Tanjung Karang Kecamatan Tanah Kampung. Jurnal Teknik Sipil (JUTSI), 2(1), 36–43. https://doi.org/10.31605/jutsi.v2i1.6356