Nutrition Science and Health Research https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition Nutrition Science and Health Research Universitas Sulawesi Barat en-US Nutrition Science and Health Research 2962-5726 Daya Terima Biskuit Tulang Ikan Tuna sebagai Alternatif Makanan Pendamping dalam Upaya Pencegahan Stunting https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition/article/view/5315 <p>Stunting merupakan salah satu masalah gizi masyarakat di Indonesia yang &nbsp;menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronis pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak seribu hari awal kehidupan, keadaan ini ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari teman-teman seusianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dari biskuit&nbsp; tulang ikan sehingga dapat digunakan sebagai makanan tambahan balita dan ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimentatif dengan menggunakan desain uji one way anova. Uji organoleptik dilakukan dengan menggunakan uji&nbsp; Hedonic Scale Test yang&nbsp; melibatkan panelis agak terlatih sebanyak 24 orang, digunakan untuk mengukur tingkat penerimaan seseorang berupa rasa suka atau tidak terhadap tekstur, warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang ikan tuna akan mempengaruhi aroma, tekstur dan rasa dari biskuit. Formula terbaik dari biskuit tepung tulang ikan tuna yang diujikan yaitu biskuit dengan persentase penambahan tepung tulang ikan tuna sebanyak 15%</p> Anisa Dwirizky Abdullah Ika Putri Ramadhani Devi Andriani Faradiba Hizkia Arruan Mapu Copyright (c) 2026 Anisa Dwirizky Abdullah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-28 2026-01-28 4 2 48 53 10.31605/nutrition.v4i2.5315 Analisis Kandungan Protein, Beta karoten dan Daya Terima Pempek Ikan Lele dengan Penambahan Wortel https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition/article/view/5303 <p>Masalah gizi kurang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya pada balita. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi balita gizi kurang secara nasional mencapai 12,2% dan stunting sebesar 21,6%. Di Sulawesi Selatan, prevalensi gizi kurang bahkan mencapai lebih dari 15%, sedangkan di Kota Makassar tercatat sebesar 11,2% untuk gizi kurang dan 24,8% untuk stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, beta karoten, dan daya terima pempek ikan lele dengan penambahan wortel sebagai upaya pengembangan pangan lokal bergizi untuk anak usia 6–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan <em>One Shot Case Study</em> terhadap tiga formulasi: F0 (tanpa wortel), F1 (50 g wortel), dan F2 (25 g wortel). Uji daya terima dilakukan terhadap 30 panelis, dan analisis kandungan protein serta beta karoten dilakukan di laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa formula F1 merupakan formulasi terbaik dengan total skor kesukaan tertinggi (384). Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar protein sebesar 5,52% dan beta karoten sebesar 392,82 µg/g pada pempek F1. Kandungan ini berkontribusi sebesar 70,8% terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) protein harian berdasarkan kebutuhan 25 g/hari dan 87,2% terhadap AKG beta karoten harian berdasarkan kebutuhan 450 µg/hari. Pempek ikan lele dengan penambahan wortel terbukti memiliki daya terima yang tinggi, kandungan gizi yang signifikan, serta berpotensi sebagai pangan alternatif untuk intervensi gizi anak usia dini di wilayah dengan prevalensi gizi buruk yang tinggi.</p> Mia Asriani Suriani Rauf Chaerunnimah Copyright (c) 2026 Mia Asriani st.aisyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-28 2026-01-28 4 2 54 62 10.31605/nutrition.v4i2.5303 Daya Terima dan Analisis Protein Otak-otak Ikan Kakap Putih Dengan Penambahan Tempe Untuk Pencegahan Stunting https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition/article/view/5309 <p><em>Stunting </em>merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi <em>stunting </em>di indonesia pada tahun 2024 adalah sebesar 19,8%. Salah satu pendekatan pencegahan stunting adalah dengan pemberian makanan tambahan (PMT) yang berbasis pangan lokal dan kaya protein. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan protein dari produk otak-otak ikan kakap putih (<em>Lates calcarifer</em>) dengan penambahan tempe (<em>Rhizopus oryzae</em>) sebagai alternatif PMT untuk balita. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode <em>One Shot Case Study</em>, melalui tiga formula otak-otak: F0 (0% tempe), F1 (25% tempe), dan F2 (50% tempe). Penilaian organoleptik dilakukan oleh 30 panelis semi-terlatih terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis kadar protein dilakukan menggunakan metode <em>Kjeldah</em>l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F1 memiliki tingkat penerimaan paling tinggi dari seluruh aspek sensori dengan skor 415. Kandungan protein sebesar 9,53 gram per 100 gram. Untuk memenuhi kebutuhan protein cemilan harian balita diperlukan konsumsi sekitar 1 buah otak-otak dapat memenuhi kebutuhan cemilan balita berdasarkan AKG. Hasil ini menunjukkan bahwa otak-otak ikan kakap putih dengan penambahan tempe berpotensi sebagai PMT lokal yang bergizi, diterima baik, dan efektif untuk mencegah <em>stunting</em> pada balita.</p> Anggun Khairunnisa Copyright (c) 2026 Anggun Khairunnisa Anggun Khairunnisa https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-29 2026-01-29 4 2 63 73 10.31605/nutrition.v4i2.5309 Daya Terima Kandungan Zat Besi dan Vitamin C Nugget Kentang dengan Penambahan Daging Ayam dan Bayam https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition/article/view/5302 <p>Anemia di Indonesia pada Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 tercatat 14,6% pada kelompok usia 15-24 tahun dan 31,4% pada kelompok usia 25-34 tahun. Anemia menyebabkan tubuh kekurangan oksigen dan menimbulkan gejala seperti lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daging ayam dan bayam terhadap daya terima, kandungan Zat Besi dan Vitamin C pada nugget kentang. Penelitian ini menggunakan desain <em>pra-eksperimen</em> dengan pendekatan <em>One Shot Case Study</em> terhadap tiga formula, yaitu tanpa penambahan daging ayam : bayam 0%:0% (F0); penambahan daging ayam : bayam 93%:7% (F1); 87%:13% (F2). Data daya terima dilakukan menggunakan skala hedonik terhadap 30 panelis agak terlatih. Kandungan Zat Besi dan Vitamin C dilakukan di laboratorium menggunakan metode <em>Spektrofotometrik</em>. Data dianalisis menggunakan uji <em>Kruskal Wallis</em> dan dilanjutkan dengan uji <em>Mann-Whitney</em>. Hasil menunjukkan daya terima yang sangat disukai dari aspek warna, aroma, rasa, tekstur adalah 93% : 7% (F1). Analisis gizi pada F1 menunjukkan kandungan zat besi sebesar 2,730 mg/100 g dan vitamin C 6,246 mg/100 g. Nugget kentang dengan penambahan daging ayam dan bayam, khususnya formula F1, memiliki daya terima yang baik dan kandungan gizi tinggi, sehingga berpotensi menjadi pangan alternatif untuk membantu pencegahan anemia pada remaja.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Elsi Asnuriani Copyright (c) 2026 Elsi Asnuriani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-29 2026-01-29 4 2 74 84 10.31605/nutrition.v4i2.5302 Pengaruh Penyuluhan Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Melalui Media Video https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition/article/view/5347 <p style="font-weight: 400;">Permasalah kesehatan yang paling umum pada remaja perempuan, terutama di pondok pesantren, adalah anemia. Salah satu elemen penting yang perlu dibantu melalui penyuluhan gizi adalah kurangnya pengetahuan dan sikap tentang cara mencegah anemia. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ialah untuk mengetahui bagaimana penyuluhan gizi melalui media video berdampak pada pengetahuan dan perasaan remaja putri di Pondok Pesantren Ummul Mukminin. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan membuat satu kelompok pre-test dan post-test. Metode sampel purposive digunakan untuk memilih 22 remaja putri. Penyuluhan gizi dilakukan dengan menggunakan video edukatif tentang anemia dan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah. Setelah kuesioner dikumpulkan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi, data dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa skor pengetahuan telah meningkat dari 9,18 menjadi 9,63 (p-value = 0,009) dan skor sikap telah meningkat dari 45,45 menjadi 46,23 (p-value = 0,006). Ada bukti bahwa penyuluhan gizi yang diberikan melalui media video berhasil meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang cara mencegah anemia dan membuat mereka bersikap positif.</p> Nova Salzabila Nadimin Chaerununnimah Copyright (c) 2026 Nova Salzabila, Nadimin, Chaerununnimah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-29 2026-01-29 4 2 85 91 10.31605/nutrition.v4i2.5347 UJI DAYA TERIMA DAN ANALISIS ZAT BESI PUDING BAYAM DAN KURMA UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition/article/view/5298 <p><em>Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan zat besi pada puding bayam merah dan kurma sebagai alternatif camilan fungsional untuk pencegahan anemia. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formula (F0: 100% bayam, F1: 50% bayam dan 50% kurma, F2: 75% bayam dan 25% kurma). Uji daya terima dilakukan pada 30 siswi SMP dengan skala hedonik 5 poin mencakup warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis zat besi dilakukan dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F1 paling disukai dari segi rasa dan aroma, sedangkan warna dan tekstur lebih disukai pada formula F0. Kandungan zat besi pada F1 sebesar 193,9451 µg/200 gram. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian, remaja usia 10–12 tahun disarankan mengonsumsi 2 potong puding per hari, sedangkan usia 13–18 tahun sebanyak 3–4 potong. Puding bayam dan kurma berpotensi menjadi makanan fungsional yang praktis dan bergizi untuk pencegahan anemia pada remaja putri.</em></p> Nidatrisuci Nidatrisuci Copyright (c) 2026 Nidatrisuci Nidatrisuci https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-29 2026-01-29 4 2 92 100 10.31605/nutrition.v4i2.5298 UJI SITOTOKSIK EKSTRAK TANAMAN KIRINYUH (Choromolaena ododrata) TERHADAP VIABILITAS SEL KANKER KOLON WiDr https://ojs.unsulbar.ac.id/index.php/nutrition/article/view/5312 <p>Sistem pencernaan manusia merupakan suatu sistem yang tersusun dari berbagai organ baik struktural maupun fungsional yang tergabung menjadi satu kesatuan kompleks yang bekerja secara sinergis untuk menunjang kehidupan manusia. Bagian dari system pencernaan yang berperan dalam membuang sisa pencernaan adalah usus besar atau disebut juga kolon salah satu jenis penyakit mematikan pada bagian kolon adalah kanker kolon. Kanker kolon&nbsp; adalah kanker ketiga terbanyak di dunia, dengan 1,9 juta kasus baru dan 935 ribu kematian pada 2020. Ini menjadi penyebab kematian kanker kedua secara global. Di Indonesia, kanker kolorektal juga menempati peringkat ketiga, diperparah oleh tingginya jumlah perokok. Sulawesi Selatan menduduki urutan ketiga kasus kolorektal di Indonesia pada tahun 2020. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek sitotoksik dari tanaman kirinyuh dengan menggunakan metode MTT assay kstrak Kirinyuh menghambat pertumbuhan sel kanker WiDr secara signifikan dan bergantung dosis, dengan 94% inhibisi pada 1000 ppm dan nilai IC50 149,09 ± 20,91 ppm, menunjukkan potensi sitotoksik yang baik</p> Hairul Anam Hijral Aswad Ade Irma Copyright (c) 2026 hairul anam hairul anam, Hijral Aswad, Ade Irma https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-01-31 2026-01-31 4 2 101 105 10.31605/nutrition.v4i2.5312