Main Article Content

Abstract





Evaluasi autentik merupakan pendekatan penilaian yang menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam aktivitas nyata yang mencerminkan tantangan dan tuntutan dunia luar sekolah. Pendekatan ini tidak hanya mengukur hasil akhir pembelajaran, tetapi juga proses berpikir, kemampuan analitis, dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam implementasi evaluasi autentik dalam proses pembelajaran di MA Syamsul ‘Ulum, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Selain itu, penelitian ini juga menelaah strategi yang digunakan dalam penerapan evaluasi autentik dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses implementasinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung di kelas, serta dokumentasi pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan evaluasi autentik mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui tugas-tugas berbasis proyek, diskusi kelompok, penilaian sejawat, serta kegiatan reflektif. Namun, pelaksanaan evaluasi autentik juga menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, serta hambatan dalam penyusunan instrumen evaluasi yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan model evaluasi yang kontekstual dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lembaga pendidikan menengah.





Keywords

evaluasi autentik; keterampilan berpikir kritis; pembelajaran kontekstual; MA Syamsul ‘Ulum, strategi evaluasi; tantangan implementasi.

Article Details

References

  1. Darwati, I. M., & Purana, I. M. (2021). Problem Based Learning (PBL): Suatu untuk mengembangkan cara berpikir kritis peserta didik. Widya Accarya, 12(1), 61–69.
  2. Fitriana, A., & Indriyani, D. (2024). PBL BERBANTUAN GAMIFIKASI WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK. Proceeding Seminar Nasional IPA, 407–418.
  3. Huda, A. I. N., & Abduh, M. (2021). Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(3), 1547–1554.
  4. Husna, A., Ilmi, N., & Gusmaneli, G. (2025). Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 2(2), 76–86.
  5. Kartini, K. (2024). Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Asesmen Autentik dalam Meningkatkan Kemampuan Matematis. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (Jipm), 2(1), 75–78.
  6. Kusumawati, I. T., Soebagyo, J., & Nuriadin, I. (2022). Studi kepustakaan kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model PBL pada pendekatan teori konstruktivisme. JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal), 5(1), 13–18.
  7. Latifah, N., Ashari, A., & Kurniawan, E. S. (2020). Pengembangan e-modul fisika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains (JIPS), 1(1), 1–7.
  8. Latifah, R. D., Sufiyana, A. Z., & Budiya, B. (2024). Implementasi Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based Learning) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 9 Malang. Vicratina: Jurnal Ilmiah Keagamaan, 9(8), 207–217.
  9. Matsna, M., Sulistyorini, R., & Dewi, N. R. (2023). Peningakatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas Viid Smpn 19 Semarang Materi Ekologi Melalui Problem Based Learning Berbasis Socio-Scientific Issue. Proceeding Seminar Nasional IPA.
  10. Melani, N. S., Suryajaya, S., & Syahmani, S. (2023). Efektivitas E-LKPD Berbasis Literasi Numerasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Topik Pemanasan Global. Journal of Banua Science Education, 3(2), 109–115.
  11. Nadhiroh, S., & Anshori, I. (2023). Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran pendidikan agama islam. Fitrah: Journal of Islamic Education, 4(1), 56–68.
  12. Najmudin, D. (2019). Penerapan Model Role Playing dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak The Implementation of Role Model in Aqidah Akhlak Learning. Tarbiyatu Wa Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam (JPAI), 01, 28–43.
  13. Noorruwaida, S., Suryajaya, S., Syahmani, S., & Suyidno, S. (2022). E-modul IPA berbasis authentic learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP. Journal of Banua Science Education, 3(1), 27–34.
  14. Pitriyana, S., & Arafatun, S. K. (2022). Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Kelas VI. Cendekiawan, 4(2), 141–153.
  15. Putra, P. D. A. (2015). Pengembangan Sistem E-Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Fisika (Halaman 45 sd 48). Jurnal Fisika Indonesia, 19(55).
  16. Putri, M. H., Fahmi, F., & Wahyuningsih, E. (2021). Efektivitas perangkat pembelajaran IPA untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP pada materi pokok listrik statis. Journal of Banua Science Education, 1(2), 79–84.
  17. Putriadi, D. N. (2020). Pengembangan asesmen kinerja pada praktikum IPA berbasis pendekatan saintifik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP. Wahana Matematika Dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, Dan Pembelajarannya, 14(2), 125–143.
  18. Rambe, Y., Khaeruddin, K., & Ma’ruf, M. (2024). Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar ipa pada siswa sekolah dasar. Jurnal Riset Dan Inovasi Pembelajaran, 4(1), 341–355.
  19. Razaq, A., Destrinelli, D., & Pamela, I. S. (2023). Meningkatkan Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dengan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran Ipas Untuk Peserta Didik Kelas Iv Sdn 64/I Muara Bulian. Jurnal Tunas Pendidikan, 6(1), 83–95.
  20. Suharyati, T., & Arga, H. S. P. (2023). Penerapan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran PPKn di Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Profesi Pendidikan, 2(1), 45–53.