Dragonfly Species Diversity in Lembang Mokallang Village, Mamasa Regency, West Sulawesi, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31605/ijec.v1i1.3714Keywords:
Dragonflies, Diversity, Lembang Village, Mamasa Regency, West SulawesiAbstract
This study aimed to determine the diversity index of dragonfly species. Observations were conducted using the capture–recapture method, which involved capturing dragonflies, marking them, and releasing them back into their habitat. The recording of each dragonfly species was carried out using an exploration method by surveying specific areas and recording and counting the number of individuals of each species encountered. The study was conducted in August 2023 at three research stations. Data analysis was performed using the Shannon–Wiener diversity index (H’). The data were analyzed using the PAST (Paleontological Statistics) application. The results showed that a total of 11 species with 539 individuals belonging to four families were recorded. The most abundant species was Pantala flavescens, with 113 individuals. The diversity index values were H’ = 1.993 at Station I, H’ = 1.739 at Station II, and H’ = 1.937 at Station III. Overall, the dragonfly diversity index at each station in Lembang Mokallang Village, Mamasa Regency, was categorized as moderate diversity
References
Abdillah, M. M., Prakarsa, T. B. P., & Tyastirin, E. (2019). Odonata diversity at Sumber Clangap and Sumber Mangli, Puncu Village, Kediri. Jurnal Biodjati, 4(2), 236–243.
Amrullah, S. H. (2018). Indeks keanekaragaman capung (Insecta: Odonata) sebagai pengukur kualitas lingkungan sungai dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Prosiding Seminar Hasil Penelitian (SNP2M), 86–91.
Aswari, P. (2004). Ekologi capung jarum Calopterygidae Neurobasis chinensis dan Vestalis luctuosa di Sungai Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun. Berita Biologi, 7(1), 57–63.
Baskoro, K., Irawan, F., & Kamaludin, N. (2018). Odonata Semarang Raya. Departemen Biologi.
Baderan, S., Sukirman, R., Melisnawati, A., & Ilham. (2021). Keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan spesies tumbuhan dari geosite potensial Benteng Otanaha sebagai rintisan pengembangan geopark Provinsi Gorontalo. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 14(2).
Budianta, E. (2011). Pelestarian capung sebagai pusaka alam. Dalam Capung teman kita. Bayu Media.
Hermawan, A. S., & Fitriana, N. (2015). Jenis dan fluktuasi capung pada Taman Kota Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(8), 1795–1798.
Irawan, A., & Rahadi, W. S. (2018). Capung Sumba. Indonesia Dragonfly Society.
Juniati, L., Koneri, R., & Butarbutar, R. (2019). Keanekaragaman capung (Odonata) di tepi Sungai Kali, Desa Kali, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains, 8(2).
Koneri, R., & Tallei, T. (2014). Kelimpahan populasi capung jarum (Zygoptera) di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Jurnal Bioslogos, 4(2), 42–47.
Lubis, A. R., Dasari, D., & Agustina, F. (2017). Penerapan model M0 dan Mt untuk mengestimasi ukuran populasi tertutup pada capture–recapture. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(5).
Maknun, D. (2017). Ekologi: Populasi, komunitas, ekosistem mewujudkan kampus hijau, asri, islami dan ilmiah. Nurjati Press.
Mubarak, S. (2021). Keanekaragaman jenis capung (Ordo: Odonata) pada berbagai tipe habitat di kawasan Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar (Skripsi). UIN Sunan Ampel.
Nurudin, F. A., Nana, K., & Andin, I. (2013). Keanekaragaman jenis ikan di Sungai Sekonyer, Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Unnes Journal of Life Science, 2(2).
Pamungkas, D. W., & Ridwan, M. (2015). Keragaman jenis capung dan capung jarum (Odonata) di beberapa sumber air di Magetan, Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(6), 1295–1301.
Rahadi, W. S., Feriwibisono, B., & Nugrahani, M. P. (2013). Naga terbang Wendit: Keanekaragaman capung perairan Wendit, Malang, Jawa Timur. Indonesia Dragonfly Society.
Rizal, S., & Hadi, M. (2015). Inventarisasi jenis capung (Odonata) pada areal persawahan di Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Jurnal Biologi, 17, 16–20.
Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sigit, W., Feriwibisono, B., Nugrahani, M. P., Putri, B., & Makitan, T. (2013). Keanekaragaman capung perairan Wendit. Indonesia Dragonfly Society.
Setiyono, J., Dwi, S., Elde, N. R., & Nurdin, S. B. (2017). Dragonflies of Yogyakarta: Jenis capung daerah istimewa Yogyakarta. Indonesian Dragonfly Society.
Suriana, Adi, D. A., & Hardiyanti, W. O. D. (2014). Inventarisasi capung (Odonata) di sekitar sungai dan rawa Moramo, Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jurnal Biowallacea, 1(1), 49–60.
Suharto, A. (2017). Biodiversity area konservasi kawasan Pantai Randutatah. PT Lafirza Global Indonesia.
Tutiliana. (2016). Keanekaragaman serangga nokturnal di kawasan penyangga ekosistem hutan lindung Lueng Angen Iboih. Jesbio, 5(2).
Virgiawan, C., Hindun, I., & Sukarsono. (2015). Studi keanekaragaman capung (Odonata) sebagai bioindikator kualitas air Sungai Brantas Batu–Malang dan sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1(2), 188–196.
Wahyuningsih, E., Faridah, E., Budiadi, & Syahbudin, A. (2019). Komposisi dan keanekaragaman tumbuhan pada habitat ketak (Lygodium circinnatum) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Hutan Tropis, 7(1), 92–105.
Yaspeta, S. (2019). Identifikasi jenis capung di sekitar Sungai Mahaka, Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Skripsi). Universitas Hasanuddin.
