Ikan Tuing Tuing (Hirundichthys Oxycephalus) untuk Mewujudkan SDGS dan sebagai Keunggulan Lokal di Kab. Majene Sulawesi Barat
DOI:
https://doi.org/10.31605/ijes.v8i1.6072Keywords:
Ikan tuing-tuing; Keunggulan lokal; Pelestarian; SDGsAbstract
Provinsi Sulawesi Barat tepatnya di Kabupaten Majene adalah salah satu tempat di Indonesia yang memiliki populasi spesies ikan terbang atau biasa dikenal masyarakat setempat dengan istilah ikan tuing-tuing. Namun beberapa tahun terakhir, populasi ikan tuing-tuing di Kabupaten Majene telah mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor yang menyebabkan penurunan jumlah populasi itu terjadi, seperti penangkapan ikan dan telur ikan tuing-tuing secara bebas, kurangnya Tingkat Kematangan Gonad (TKG) Ikan Yang Tertangkap, dan adanya aktivitas manusia yang merugikan tempat habitat ikan tuing-tuing. Untuk mengatasi hal tersebut, peran serta masyarakat nelayan dan pemerintah setempat dalam melestarikan ikan tuing-tuing sangat dibutuhkan. Upaya yang dapat dilakukan seperti, adanya Pembuatan Zonasi Untuk Marine Protected Area (MPA) (Sustainable Development), perlindungan ikan tuing-tuing secara tertulis, Pengaturan Waktu dan jalur Penangkapan, Pembenihan Telur Ikan Terbang, Penyediaan Mata Pencaharian Alternatif Bagi Nelayan Potangnga Karena Bersifat Musiman, Pengaturan izin penggunaan Alat Tangkap Dengan Mata Jaring ≥1,5 Inchi ; Dengan Panjang Jaring <1000 m sehingga selektivitasnya tinggi (Pengembangan Alat Tangkap Yang Efisien) dan memberikan penyadaran kepada masyarakat nelayan sekitar. Metode pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif melalui kajian literature, observasi, angket dan wawancara terbuka.
