Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Manajemen Pemasaran Instruktur English Adventure Camp (EAC) melalui Pelatihan Culturally Responsive Teaching (CRT) Berbasis Outdoor Activity

Authors

  • Hustiana Hustiana Universitas Sulawesi Barat
  • Nur Husnil Khatimah Universitas Sulawesi Barat

DOI:

https://doi.org/10.31605/sipakaraya.v5i1.7086

Keywords:

Culturally Responsive Teaching (CRT), outdoor learning, kompetensi pedagogik, manajemen instruktur, English Adventure Camp (EAC)

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan dan meningkatkan kapasitas keberlanjutan usaha English Adventure Camp (EAC) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, melalui penguatan kompetensi pedagogik instruktur berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) outdoor serta perancangan strategi manajemen pemasaran lembaga. Kegiatan ini melibatkan 10 orang instruktur dan pengelola EAC sebagai mitra sasaran. Pendekatan pelaksanaan menggunakan metode Participatory Technology Transfer yang mencakup pelatihan CRT-outdoor, pelatihan strategi pemasaran dan SOP, diskusi interaktif, serta pengumpulan data reflektif melalui instrumen open-ended questions berbasis daring (Google Form). Data kualitatif dianalisis secara tematik untuk mengeksplorasi persepsi dan pemahaman instruktur secara mendalam. Hasil analisis tematik menghasilkan sembilan tema utama yang terbagi ke dalam dua ranah besar: (1) ranah pedagogis, yang mencakup kemampuan instruktur dalam menempatkan budaya Mandar (seperti tradisi Sayyang Pattu'du, kuliner Bau Peapi, dan Lopi Sandeq) sebagai materi ajar bahasa Inggris kontekstual, integrasi strategi manajemen kelas outdoor (struktural, instruksional, dan eksperiensial), serta pentingnya kemandirian dari materi generik internet; dan (2) ranah manajerial-kelembagaan, yang meliputi perumusan Unique Selling Proposition (USP) bertema "Safety and Cultural Experience", penataan Prosedur Operasional Standar (SOP), segmentasi pasar digital berorientasi audiens, dan pembagian peran instruktur berbasis kompetensi. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan terintegrasi tersebut menghasilkan pemahaman dan kesiapan penerapan pada instruktur dan pengelola EAC yang dapat menjadi landasan awal bagi pengaktifan kembali operasional lembaga. Evaluasi dalam kegiatan ini terbatas pada persepsi dan pemahaman pascakegiatan, sehingga dampaknya terhadap jumlah kegiatan, jumlah peserta, dan daya saing EAC perlu dipantau pada tahap tindak lanjut.

References

Andini, D. R., Fitrianti, E., Lestari, E. A., & Brutu, D. (2025). Peran Organisasi Pendidikan di Luar Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Non-Formal: Studi kasus di lembaga kursus dan pelatihan. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 5(1), 158–163. https://doi.org/10.54371/jiepp.v5i1.794

Anggrianto, C., Shaari, N., & Abdul Hamid, N. B. (2018). Faktor Terpenting dalam Membangun Unique Selling Proposition untuk Menjangkau Konsumen Kelas Menengah Indonesia. Nirmana, 17(1), 30. https://doi.org/10.9744/nirmana.17.1.30-36

Bi, X. (2025). Fostering inclusive learning environments through culturally responsive pedagogy for international students in U.S. higher education. Journal of International Students, 15(6), 21–38. https://doi.org/10.32674/bd7brj48

Bohang, M. B. A., Khartha, A., Alfian, H., Marhamah, M., Reskiawan, B., Hustiana, H., & Mustari, S. H. (2025). Contextual teaching and learning (CTL) in offline settings: Enhancing business English fluency for women entrepreneurs through real-world scenarios. Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science, 7(1), 303–315. https://doi.org/10.52208/klasikal.v7i1.1289

Gunawan, A. S., Munggaran, A. B., Pratama, A. A., Wiguna, P. A., & Wirayuda, R. A. (2026). Pengaruh Aktifitas Outdoor Education Terhadap Social skills dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Kampus Akademik Publising: Jurnal Ilmiah Research Students (JIRS), 3(1), 277–288. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jirs.v3i1.8617

Huong, N. T. M. (2025). Culturally Responsive Teaching in English Classrooms: Practices, Perceptions and Challenges. International Journal on Studies in English Language and Literature (IJSELL), 13(6), 23–33. https://doi.org/https://doi.org/10.20431/2347-3134.1306004

Kaya, V. H., Bulut, M. A., & Göçen, A. (2026). An innovative non-formal learning model based on nature and science: Content, pedagogy and continuous professional development. Humanities and Social Sciences Communications, 13(1), 352. https://doi.org/10.1057/s41599-026-06823-x

Maming, K. & Sudarmanto. (2023). Program Outdoor English Meeting Club (Oemc) dalam Mendukung Aktivitas Pembelajaran Bahasa Inggris Siswa pada Kelompok Belajar “Aelbe English Private.” Resona: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 7(1), 1–14. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.35906/resona.v7i1.1022

Mare, F. J., & Koten, P. K. (2026). Pembelajaran Bahasa Inggris Kontekstual Tentang Places and Proffesion di Desa Dengan Tema My Village And Me. COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 1032–1044. https://doi.org/10.51878/community.v6i2.11021

Munawarah, S. & Atika. (2023). Pengaruh Pembelajaran Outdoor Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Bengkalis. Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(2), 80–88. https://doi.org/10.56633/kaisa.v3i2.652

Putri, M. E. (2023). The Effectiveness of Local Wisdom-Based English Reading Teaching Materials in Improving Reading Literacy of Deaf Students. Journal of Languages and Language Teaching, 11(4), 762. https://doi.org/10.33394/jollt.v11i4.9028

Sari, T. H. (2025). Implementasi Strategi Social Media Marketing dalam Menungkatkan Loyalitas Pelanggan pada UMKM. MANAJEMEN, 5(1), 33–41. https://doi.org/10.51903/manajemen.v5i1.976

Sukri, M., Ramdhani, A. S., Azwan, A. A., & Ansar, A. (2025). Potret Manajemen Pendidikan Non-Formal di Lembaga Kurus. Jurnal Manajemen Pendidikan, 13(02). https://doi.org/https://doi.org/10.33751/jmp.v13i2.12988

Suryani, A., Soedarso, S., Diani, K. T., & Rosmawati, R. (2020). English Teaching in Social and Cultural Contexts: Language Teachers as Cultural Managers. LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching, 23(2), 273–292. https://doi.org/10.24071/llt.v23i2.2470

Sutley, E. J., & Lyles, L. W. (2023). Theory of change: Community engagement as an intervention to create disaster resilience. Frontiers in Built Environment, 9, 1172659. https://doi.org/10.3389/fbuil.2023.1172659

Syaifullah, & Andriani, R. (2022). Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Sekolah Alam Di RT03/RW01 Kelurahan Tuahmadani Kecamatan Tampan Pekanbaru. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 20–25. https://doi.org/https://doi.org/10.54951/comsep.v3i1.166

Warmadewi, A. A. I. M., Kardana, I. N., Raka, A. A. G., & Artana, N. L. G. M. A. D. (2021). Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya. Jurnal Abdidas, 2(4), 743–751. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i4.354

Yoon, B. (2023). Research Synthesis on Culturally and Linguistically Responsive Teaching for Multilingual Learners. Education Sciences, 13(6), 557. https://doi.org/10.3390/educsci13060557

Yuliantari, S., & Huda, T. (2023). Integration of Culturally-Responsive Teaching in English Learning. Pubmedia Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris, 1(1). https://doi.org/10.47134/jpbi.v1i1.17

Downloads

0 Views
0 Downloads
Realtime usage statistics

Published

2026-09-30

How to Cite

Hustiana, H., & Nur Husnil Khatimah. (2026). Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Manajemen Pemasaran Instruktur English Adventure Camp (EAC) melalui Pelatihan Culturally Responsive Teaching (CRT) Berbasis Outdoor Activity . Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 148–161. https://doi.org/10.31605/sipakaraya.v5i1.7086