Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Briket Bahan Bakar Alternatif di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura
DOI:
https://doi.org/10.31605/sipakaraya.v5i1.7103Abstract
Kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan bersama mitra Koperasi Ngam Bu Ngali di Kampung Berap, Kabupaten Jayapura, bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai sumber daya lokal yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi melalui pendekatan pemberdayaan dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang memiliki lahan buah kakao. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan praktik secara langsung mulai dari pengumpulan limbah kulit kakao, proses karbonisasi, penghalusan arang, pencampuran bahan perekat, pencetakan briket, dan pengeringan. Penerapan teknologi dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan mitra pada setiap tahapan kegiatan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sehingga teknologi dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa limbah kulit kakao telah berhasil diolah menjadi produk briket biomassa. Adapun evaluasi berdasarkan pre-test dan post bahwa terjadi kenaikan skor dari 3,33 menjadi 5. Secara keseluruhan, kegiatan telah memberikan dasar yang kuat bagi pemberdayaan Koperasi Ngam Bu Ngali melalui pemanfaatan potensi lokal kulit kakao menjadi produk briket biomassa, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan teknologi tepat guna secara berkelanjutan.
References
Apelabi, G. O., dkk. (2025). Counseling and Training in Manufacturing Cocoa Briquettes for Economic Empowerment of the Jong Dobo Farmers Group in Sikka District. PAKDEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 1-8. https://doi.org/10.58222/pakdemas.v4i1.321
Awaluddin. (2025). Kakaobrik: Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Briket. Jurnal AbdiTechno, 5(2), 96–102. https://doi.org/10.70124/abditechno.vi.1906
Elisabeth A. 2022. Cerita kakao organik Papua dari Kampung Berap. Mongabay Indonesia. Available from: https://mongabay.co.id/2022/03/06/cerita-kakao-organik-dari-kampung-berap/
Hidayat T, Rahman A. Pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai bahan baku briket biomassa. Jurnal Teknologi Pertanian. 2020;21(2):85–92.
Salim, I., dkk. (2026). Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket. Jurnal AbdiTechno, 6(2): 1 – 8 . https://doi.org/10.70124/abditechno.v6i2.2374
Sari M, Kurniawan A, Lestari P. Analisis dampak penumpukan limbah pertanian terhadap lingkungan permukiman masyarakat. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2023;21(2):287–295.
Siregar R, Nasution A, Lubis M. Karakteristik limbah kulit buah kakao dan potensi pemanfaatannya.
Jurnal Agroindustri. 2018;7(1):45–52.
Suprapti, Ramlah S. Pemanfaatan kulit buah kakao untuk briket arang. Jurnal Biopropal Industri.
2013;4(2):65–72. https://doi.org/10.36974/jbi.v4i2.814
Syarifhidayahtullah, S., Cahyono, R. B., S Hidayat, M. (2019). Pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi briket arang sebagai bahan bakar alternatif dengan penambahan ampas buah merah. Jurnal Rekayasa Proses, 13(1), 57–64. https://doi.org/10.22146/jrekpros.41517
Widodo S, Prasetyo E, Lestari D. Briket biomassa sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan.
Jurnal Energi Terbarukan. 2019;8(3):120–128.
Akam, N. G., Diboma, B. S., Mfomo, J. Z., Ndiwé, B., Bôt, B. V., & Biwôlé, A. B. (2024). Physicochemical characterization of briquette fuel produced from cocoa pod husk case of Cameroon. Energy Reports, 11, 1580–1589. https://doi.org/10.1016/j.egyr.2024.01.029
Anoraga, S. B., Shamsudin, R., Hamzah, M. H., Sharif, S., & Saputro, A. D. (2024). Cocoa by-products: A comprehensive review on potential uses, waste management, and emerging green technologies for cocoa pod husk utilization. Heliyon, 10(16), e35537. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e35537
Barrios-Rodríguez, Y. F., Salas-Calderón, K. T., Orozco-Blanco, D. A., Gentile, P., & Girón-Hernández, J. (2022). Cocoa pod husk: A high-pectin source with applications in the food and biomedical fields. ChemBioEng Reviews, 9(5), 462–474. https://doi.org/10.1002/cben.202100061
Cholis, N., Lukmana, M. A., Fahrudin, F., & Montreano, D. (2021). Utilization training of rice husk waste as alternative energy in Baros District, Serang, Indonesia. Community Empowerment, 6(5), 762–768. https://doi.org/10.31603/ce.4480
Ghafarunnisa, D., Aqla, S., Firman, Sartika, Septiansyah, S. I., Santi, M., Herman, Afandi, I. H., & Mastura, S. (2025). Pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan untuk mendukung energi berkelanjutan di Desa Tanjung Baik Budi Kabupaten Ketapang. Journal of Applied Community Engagement, 5(2). https://doi.org/10.52158/jace.v5i2.1329
Indriani, S. (2026). Community empowerment through agricultural waste-based bio-briquette production for renewable energy. Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 119–135. https://doi.org/10.22515/tranformatif.v7i2.16020
Managanta, A. A., Lantu, I. P., Sriwati, N. K., & Loliwu, Y. A. (2025). Empowering women farmers’ groups through cocoa pod cracker innovation. Community Empowerment, 10(12), 2302–2311. https://doi.org/10.31603/ce.15438
Marreiro, H. M. P., Peruchi, R. S., Lopes, R. M. B. P., Andersen, S. L. F., Eliziário, S. A., & Rotella Junior, P. (2021). Empirical studies on biomass briquette production: A literature review. Energies, 14(24), 8320. https://doi.org/10.3390/en14248320
Tanau, M. U., Akbar, S. N., Rusli, R., Febriana, S. K. T., Sa’diyah, H., Rafika, M. M., Wildan, M. R., & Natadjaja, N. M. A. (2023). PEDULI program: The method to increase women’s environmental knowledge. Community Empowerment, 8(3), 407–413. https://doi.org/10.31603/ce.8119
Vandenberghe, L. P. S., Valladares-Diestra, K. K., Bittencourt, G. A., de Mello, A. F. M., Vásquez, Z. S., de Oliveira, P. Z., Pereira, G. V. M., & Soccol, C. R. (2022). Added-value biomolecules’ production from cocoa pod husks: A review. Bioresource Technology, 344, 126252. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2021.126252
