Main Article Content

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan zat besi pada puding bayam merah dan kurma sebagai alternatif camilan fungsional untuk pencegahan anemia. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formula (F0: 100% bayam, F1: 50% bayam dan 50% kurma, F2: 75% bayam dan 25% kurma). Uji daya terima dilakukan pada 30 siswi SMP dengan skala hedonik 5 poin mencakup warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis zat besi dilakukan dengan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F1 paling disukai dari segi rasa dan aroma, sedangkan warna dan tekstur lebih disukai pada formula F0. Kandungan zat besi pada F1 sebesar 193,9451 µg/200 gram. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian, remaja usia 10–12 tahun disarankan mengonsumsi 2 potong puding per hari, sedangkan usia 13–18 tahun sebanyak 3–4 potong. Puding bayam dan kurma berpotensi menjadi makanan fungsional yang praktis dan bergizi untuk pencegahan anemia pada remaja putri.

Keywords

Daya terima, zat besi, anemia

Article Details

References

  1. Aminullah, M., Wijaya, S., & Pratama, A. (2019). Analisis komposisi gula dan profil rasa kurma varietas Medjool dan Deglet Noor. Indonesian Journal of Food Science, 14(3), 145-152.
  2. Astuti, R. (2019). Kandungan zat besi dan manfaat bayam merah bagi kesehatan. Jurnal Gizi dan Pangan Sehat, 7(2), 45–53.
  3. Baliga. (2011). A Review Of The Chemistry And Pharmacology of Date Fruits (Phoenix Dactylifera. L), Food Research International, 44(47), 1812–1822
  4. Gomez, A. K., et al. (2002). Lipid-derived volatiles in green leafy vegetables: A contribution to aroma profile. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 50(9), 2682–2686.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  6. Kusumaningrum, N., Andarwulan, N., & Hariyadi, P. (2018). Pengaruh kombinasi bahan terhadap sifat sensoris dan cita rasa makanan berbasis sayuran hijau. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 29(2), 101–107.
  7. Lestari, P., Sari, M., & Dewi, K. (2019). Optimasi warna produk pangan berbasis bayam hijau dengan pewarna alami. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 12(1), 45-52.
  8. Maharani, S., & Putri, A. D. (2021). Analisis tekstur produk gel berbasis pektin alami dari kurma. Food Science and Technology Journal, 7(2), 98-106.
  9. Pratiwi, D., & Sari, N. (2021). Optimasi rasio sayuran hijau dan kurma dalam pengembangan produk pangan fungsional. Indonesian Food and Nutrition Progress, 18(2), 89-96.
  10. Rahman, A., Sari, P., & Dewi, M. (2020). Profil senyawa volatil dalam produk kombinasi sayuran hijau dan kurma. Journal of Food Aroma Research, 5(2), 78-85.
  11. Rahmawati, E., & Nurdin, H. (2022). Perbandingan bioavailabilitas zat besi produk pangan fungsional dan suplemen sintetis. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(4), 201-208.
  12. Rohmah, N., Putri, A., & Setiawan, B. (2020). Kandungan nutrisi dan manfaat kurma dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Jurnal Kesehatan dan Gizi, 8(1), 23–30.
  13. Rosita. (2009). Khasiat dan Keajaiban Kurma. Bandung: Qanita.
  14. Saifuddin. (2015). Buku Pegangan Panduan Lengkap Kehamilan. Jakarta: PT Bina Pustaka.
  15. Sari, A., Hardiansyah, H., & Sukandar, D. (2018). The addition of dates palm (Phoenix dactylifera) on iron supplementation (Fe) increases the hemoglobin level of adolescent girls with anemia. Journal of Nutritional Science and Vitaminology, 64(4), 274-280. https://doi.org/10.3177/jnsv.64.274
  16. Sari, N. P., Dewi, R., & Pratama, S. (2021). Bioavailabilitas zat besi dari kombinasi bayam dan kurma: Studi in vitro. Jurnal Biokimia Pangan, 14(2), 112-119.
  17. Sari, L. P., Asriati, A., & Nuryani, N. (2024). Effectiveness of giving red spinach leaf capsules to adolescent girls on hemoglobin levels, Kendari City, Indonesia. Journal of Public Health and Development, 22(2), 135-145. https://doi.org/10.55131/jphd.2024.220214
  18. Suryanto, E., Rahayu, P., & Andarwulan, N. (2018). Pengaruh pH dan pemanasan terhadap kestabilan klorofil sebagai pewarna alami. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 6(1), 45–52.
  19. Susanto, H., Maharani, P., & Sari, L. (2020). Tingkat penerimaan produk berbasis sayuran hijau dengan penambahan kurma pada remaja: Studi cross-sectional. Jurnal Gizi dan Dietetika Indonesia, 8(3), 134-141.
  20. Widyaningrum, D.A. & Anggraini, D.A. (2023). Gerakan Gemar Makan Sayur (“Gemas”) Melalui Olahan Puding Untuk Cegah Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(1), 22–29.
  21. World Health Organization (WHO). (2021). The global prevalence of anemia in adolescent girls: A public health challenge. WHO Press.
  22. Yuniastuti, A. (2014). Peran Pangan Fungsional dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan. Prosiding Seminar Nasional & Internasional, 1–11.