Main Article Content
Abstract
Sistem pencernaan manusia merupakan suatu sistem yang tersusun dari berbagai organ baik struktural maupun fungsional yang tergabung menjadi satu kesatuan kompleks yang bekerja secara sinergis untuk menunjang kehidupan manusia. Bagian dari system pencernaan yang berperan dalam membuang sisa pencernaan adalah usus besar atau disebut juga kolon salah satu jenis penyakit mematikan pada bagian kolon adalah kanker kolon. Kanker kolon adalah kanker ketiga terbanyak di dunia, dengan 1,9 juta kasus baru dan 935 ribu kematian pada 2020. Ini menjadi penyebab kematian kanker kedua secara global. Di Indonesia, kanker kolorektal juga menempati peringkat ketiga, diperparah oleh tingginya jumlah perokok. Sulawesi Selatan menduduki urutan ketiga kasus kolorektal di Indonesia pada tahun 2020. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek sitotoksik dari tanaman kirinyuh dengan menggunakan metode MTT assay kstrak Kirinyuh menghambat pertumbuhan sel kanker WiDr secara signifikan dan bergantung dosis, dengan 94% inhibisi pada 1000 ppm dan nilai IC50 149,09 ± 20,91 ppm, menunjukkan potensi sitotoksik yang baik
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Sari, L. N., & Bintang, P. (2023). Konsep Sistem Pencernaan pada Manusia berdasarkan Alquran dan Hadits. (JPPP) Jurnal Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran:, 3(3), 248– 255
- Aswad H, & Irma A. (2022). Uji Sitotoksik Ekstrak Kembang Kol (Brassica Oleracea Var. Botrytis) Terhadap Viabilitas Kanker Kolon Widr. Jurnal Ilmiah Indonesia. 7(12), 2541 -0849
- Cho, Y. A., Lee, J., Oh, J. H., Chang, H. J., Sohn, D. K., Shin, A., & Kim, J. (2019).Genetic risk score,combined lifestyle factors and risk of colorectal cancer. Cancer Research anTreatment: Official Journal of Korean Cancer Association, 51(3), 1033–1040.
- Dasman, E. (2020). Faktor resiko lingkungan dan gaya hidup lebih dominan ketimbang genetik. Universitas Andalas.
- Darmawan, E., Reina, M., & Budi, R. (2019). Gambaran Hubungan Regimen Dosis dan Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Periode BJulan Januari–Februari Tahun 2019. Majalah Farmaseutik, 15(2), 113-122.
- Ernawati, E., & Jannah, N. (2021). Aktivitas antimikroba perasan daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) terhadap Candida albicans dan Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 17(2), 137-144
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). rencana kanker nasional 2024-2034.
- Mayanda, S., & Gunawan, M. (2024). Perbandingan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Pada Penggunaan Obat Herbal Dan Obat Sintetik. JoPM: Journal of Pharmaceutical and Medicine, 1(2), 1-7.
- Sari, L. N., & Bintang, P. (2023). Konsep Sistem Pencernaan pada Manusia berdasarkan Alquran dan Hadits. (JPPP) Jurnal Penelitian, Pendidikan Dan Pengajaran:, 3(3), 248– 255
- Rambe R., F.( 2019). System Pakar Mendiagnosa Penyakit Kanker Usus Besar Pada Manusia Dengan Menerapkan Metode Hybrid Case Based. Jurnal Riset Computer (JURIKOM). 6(6), 606-611.
- Sung, H., Ferlay, J., Siegel, R., L., Laversanne, M., Soerjomataram, I., & Jemal. (2021). Global Cancer Statistics 2020: GLOBOCAN Estimates of Incidence and Mortality Worldwide for 36 Cancers in 185 Countries. CA Cancer J Clin.;71(3):209–49.
- Putri .,Harfiani E., & Tjang. (2021). Efektifitas Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata ). Terhadap Penyembuhan Luka Studi In Vivo
- Dan In Vitro. (SENSORIK II) seminar nasional riset kedokteran
- Xi, Y., & Xu, P. (2021). Global Colorectal Cancer Burden In 2020 And Projections To 2