Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan Tupai Raksasa Sulawesi (Rubrisciurus rubriventer) di lima desa penyangga Taman Nasional Gandang Dewata serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar biologi. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 66 responden yang tersebar di Desa Rambusaratu, Taupe, Mambulilling, Tondok Bakaru, dan Lambanan. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 92,42% responden menyatakan pernah melihat langsung Tupai Raksasa Sulawesi, dengan distribusi terbanyak di Desa Rambusaratu dan Mambulilling. Pemanfaatan tupai oleh masyarakat didominasi untuk konsumsi (56%), sementara sebagian lainnya tidak memanfaatkannya atau tidak mengetahui. Selain itu, hasil validasi terhadap booklet sebagai media pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan temuan lapangan menunjukkan tingkat validitas yang sangat tinggi (nilai ≥ 4,8), sehingga layak digunakan dalam pembelajaran berbasis potensi lokal. Penelitian ini menguatkan pentingnya pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal dalam mendukung pembelajaran kontekstual dan konservasi spesies endemik

Article Details