Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai populasi dan kondisi Tikus Air Sulawesi (Waiomys mamasae) berdasarkan perspektif etnozoologi di lima desa penyangga Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD), Sulawesi Barat. Dengan menggunakan teknik cluster sampling, sebanyak 66 responden dari berbagai profesi yang memiliki interaksi langsung dengan ekosistem sungai dipilih, termasuk pemburu, pekebun, dan individu lain yang sering beraktivitas di sekitar area sungai. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner untuk memperoleh informasi tentang frekuensi penampakan spesies ini, serta pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden pernah melihat langsung Tikus Air Sulawesi, sementara sisanya tidak. Dalam hal pemanfaatan, okasikat memanfaatkan spesies ini sebagai azimat pelindung rumah dari kebakaran, obat tradisional, dan konsumsi. Beberapa kepercayaan lokal juga menyebutkan kemampuan unik spesies ini, seperti berjalan di atas air atau tahan saat menyelam. Sebaran usia responden didominasi oleh kelompok usia 35–48 tahun (32%), diikuti oleh kelompok usia lainnya. Penelitian ini memberikan okasik tentang pengetahuan lokal dan hubungan okasikat dengan W. mamasae, yang dapat menjadi dasar penting untuk okas konservasi dan pengelolaan ekosistem okasi di okasi TNGD.