Main Article Content
Abstract
Semut (Formicidae) merupakan kelompok serangga yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan sering digunakan sebagai bioindikator kondisi lingkungan. Namun, informasi mengenai keanekaragaman semut pada ekosistem permukiman di Sulawesi Barat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan struktur komunitas semut serta hubungannya dengan parameter lingkungan pada ekosistem permukiman di Dusun Labuang Parabaya, Desa Onang, Kabupaten Majene. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode pitfall trap dan hand collecting pada dua tipe habitat, yaitu kebun warga dan lingkungan rumah. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), indeks kemerataan (E), indeks dominansi (C), serta analisis korelasi parameter lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas semut terdiri atas 4 spesies dengan total 106 individu, dengan spesies paling melimpah adalah Solenopsis invicta. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H’ = 1,16) dengan kemerataan tinggi (E = 0,84) dan dominansi rendah (C = 0,34). Parameter lingkungan yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman semut adalah pH tanah dan kelembaban udara, sedangkan intensitas cahaya menunjukkan pengaruh yang lebih rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur komunitas semut pada ekosistem permukiman dipengaruhi oleh kondisi habitat dan faktor lingkungan