ANALISIS STATISTIK DAN INTERPRETASI FISIKA DISTRIBUSI WEIBULL PADA TINGGI GELOMBANG DI PESISIR PAPUA

Authors

  • Ishak S. Beno Universitas Cenderawasih
  • Zakaria V. Kareth Universitas Cenderawasih
  • Alvian M. Sroyer Universitas Cenderawasih
  • Westy B. Kawuwung Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.31605/phy.v8i2.6488

Keywords:

Tinggi Gelombang Laut, Distribusi Weibull, Maximum Likelihood Estimation, Energi Gelombang, Oseanografi Fisik, Pesisir Papua

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik statistik dan interpretasi fisika tinggi gelombang laut di wilayah pesisir Papua menggunakan distribusi Weibull. Data yang digunakan berupa tinggi gelombang harian tahun 2023 yang diperoleh dari stasiun pemantauan gelombang. Parameter distribusi diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE), sedangkan kesesuaian model dievaluasi melalui uji Kolmogorov–Smirnov, histogram, Probability Density Function (PDF), Cumulative Distribution Function (CDF), dan QQ-plot. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang berkisar antara 1,01 hingga 2,96 meter dengan rata-rata sebesar 2,05 meter. Estimasi parameter Weibull menghasilkan nilai parameter bentuk (k) sebesar 4,07 dan parameter skala (λ) sebesar 2,27. Nilai parameter bentuk yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa distribusi gelombang cenderung stabil dengan variasi yang relatif terkonsentrasi. Secara fisika, hal ini mengindikasikan kondisi transfer energi gelombang yang cukup konsisten dari angin ke permukaan laut. Model Weibull mampu merepresentasikan pola umum distribusi data, meskipun terdapat deviasi pada bagian ekor distribusi yang mengindikasikan kemungkinan kejadian gelombang ekstrem. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tidak hanya secara statistik, tetapi juga dalam konteks fisika gelombang laut, sehingga dapat mendukung analisis risiko serta perencanaan infrastruktur pesisir di wilayah Papua.

References

[1] Kurniawan R, Habibie MN, Suratno. Variasi bulanan gelombang laut di Indonesia. J Meteorol Geofis. 2011;12(3):221-232.

[2] Dero AI, Abdullah RM, Nuary ZA. Variasi gelombang, arus permukaan, dan angin di Laut Halmahera bagian barat. J Widya Climago. 2022;4(2):45-53.

[3] Ma'rufatin A, Yananto A, Pandoe WW. Karakteristik angin wilayah pesisir utara Pulau Jawa berdasarkan variabilitas monsun. J Teknol Lingkung. 2024;25(1):20-30.

[4] Pasaribu R, Irwan A, Soeprijadi L, Pattirane C. Studi alternatif bangunan pengaman pantai di pesisir Kabupaten Karawang. Pelagicus J IPTEK Terap Perikan Kelaut. 2020;1(2):83-95.

[5] Purnomo R, Fauzi B, Hawari GN, Nur AK. Dinamika pantai Kota Semarang, Jawa Tengah. J Geol Kelaut. 2024;22(2):130-145.

[6] Muraleedharan G, Rao AD, Kurup PG, Nair NU, Sinha M. Modified Weibull distribution for maximum and significant wave height simulation and prediction. Coast Eng J. 2007;54(8):630-638. https://doi.org/10.1016/j.coastaleng.2007.05.001

[7] Retika F, Nugroho D, Widiaratih R. Analisis terjadinya gelombang tinggi akibat pola pergerakan angin terkait keselamatan pelayaran di perairan utara Jawa Tengah. Indones J Oceanogr. 2024;6(4):334-343. https://doi.org/10.14710/ijoce.v6i4.24678

[8] Puna SH, Rahman I, Sakina SL. Studi karakteristik gelombang laut perairan Indonesia menggunakan model Simulating Wave Nearshore (SWAN). Indones J Oceanogr. 2025;7(3):284-297.

[9] Ahmad AL, Nurisman N, Achiari H, Setiawati E. Kajian karakteristik gelombang di Kecamatan Bumi Waras, Lampung. MARLIN. 2022;3(1):55-66.

[10] Mansawan AA, Suruan SS. Pemanfaatan gelombang laut sebagai sumber energi terbarukan di wilayah pesisir Papua Barat. Moderna Sains J. 2025;1(1):62-66.

Downloads

0 Views
0 Downloads
Data indexed from system logs

Published

2026-04-30