Main Article Content

Abstract

Biodiversity refers to the variety of living organisms, encompassing genetic, species, and ecosystem diversity within a particular area. Epiphytic orchids are orchids that grow on other plants but are not parasitic, as they only attach to the trunks, branches, or twigs of living or dead trees without deriving nutrients directly from their hosts. This study aimed to analyze the diversity and distribution patterns of epiphytic orchid species in Bukit Pasapa Kurrak and to explore their implementation as a biological learning resource. This research employed a quantitative approach using an exploratory survey method. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. The collected data were analyzed by calculating several ecological indices, including the Important Value Index (IVI), Shannon–Wiener diversity index (H’), Simpson dominance index (C), evenness index (E), and Morisita’s index of dispersion (Id). The results showed that the diversity of epiphytic orchid species in Bukit Pasapa Kurrak was categorized as moderate, with a Shannon–Wiener diversity index of H’ = 1.66. The distribution pattern of epiphytic orchids in the study area was classified as random, with a Morisita index (Ip) of 0.04. Furthermore, validation results from two expert validators indicated that the developed learning resource was highly valid and feasible to implement as a biology learning resource.

Keywords

Biodiversity Distribution Epiphytic orchids Pasapa Kurrak West Sulawesi

Article Details

How to Cite
Hasgun, H., Muis, N., & Yunus, M. R. K. (2025). Species Diversity and Distribution Patterns of Epiphytic Orchids (Orchidaceae) in Bukit Pasapa Kurrak, Mamasa, West Sulawesi, Indonesia. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 2(1), 24-40. https://doi.org/10.31605/ijec.v2i1.6334

References

  1. Abdillah, W., Ekyastuti, W., & Arbiastutie, Y. (2022). Keanekaragaman jenis anggrek (Orchidaceae) di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Melintang Kabupaten Sambas. Jurnal Hutan Lestari, 10(4), 881–890. https://doi.org/10.26418/jhl.v10i4.46460
  2. Abdullah, S., Tolongara, A. R., & Ahmad, H. (2023). Studi jenis dan pola sebaran tumbuhan lamun di perairan Desa Teluk Buli Kecamatan Maba. Jurnal Bioedukasi, 6(1), 197–204. https://doi.org/10.33387/bioedu.v6i1.4402
  3. Abidin, Z., Purnomo, & Pradhana, C. (2020). Keanekaragaman hayati sebagai komoditas berbasis autentitas kawasan. UNWAHA Press.
  4. Agnesia, Y., Sari, S. W., Nu’man, Hamdhani, Ramadhani, D. W., & Nopianto. (2023). Buku ajar metode penelitian kesehatan. PT Nasya Expanding Management.
  5. Aini, N. (2019). Keanekaragaman dan pola distribusi anggrek epifit (Orchidaceae) di kawasan perkebunan teh Nirmala Bogor Jawa Barat (Doctoral dissertation, IPB University). https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/106158
  6. Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep umum populasi dan sampel dalam penelitian. Jurnal Pilar, 14(1), 15–31. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/pilar/article/view/10624
  7. Andriyani, A. (2017). Membuat tanaman anggrek rajin berbunga. PT AgroMedia Pustaka.
  8. Asy’ari. (2023). Pentingnya konservasi biodiversitas. UMSurabaya.
  9. Baderan, D. W. K., Afif, M. A., & Kumaji, S. S. (2022). Keanekaragaman tumbuhan suku Piperaceae di kawasan Air Terjun Lombongo Provinsi Gorontalo. Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 7(1), 95–102. https://doi.org/10.20956/bioma.v7i1.19494
  10. Damanik, A. J., Kartikawati, S. M., & Prayogo, H. (2018). Studi keanekaragaman jenis anggrek (Orchidaceae) berdasarkan ketinggian tempat di Bukit Wangkang Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari, 6(3). https://doi.org/10.26418/jhl.v6i3.26585
  11. Effendi, S., Ariyanti, N. S., & Chikmawati, T. (2019). Keanekaragaman dan kemelimpahan anggrek epifit di kaki Gunung Liangpran, Kalimantan Timur. Berita Biologi, 18(3), 305–314. https://doi.org/10.14203/beritabiologi.v18i3.3709
  12. Febrian, I., Nursaadah, E., & Karyadi, B. (2022). Analisis indeks keanekaragaman, keragaman, dan dominansi ikan di Sungai Aur Lemau Kabupaten Bengkulu Tengah. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 10(2), 600–612. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v10i2.5056
  13. Fetra, F., Putra Nurdin, M. R. T. J., Kurniawan, M. R., & Sari, A. P. (2024). Survei etnozoologi tikus air Sulawesi (Waiomys mamasae): Perspektif masyarakat lokal di Taman Nasional Gandang Dewata. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 1(2). https://doi.org/10.31605/ijec.v1i2.6311
  14. Fitriany, M., Sumaryono, M., & Suhardiman, A. (2019). Pola sebaran alami anggrek (Orchidaceae) di Cagar Alam Padang Luway Kabupaten Kutai Barat. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 18(2), 241–252. https://doi.org/10.31293/af.v18i2.4345
  15. Gemilang, R., & Christiana, E. (2016). Pengembangan booklet sebagai media layanan informasi untuk pemahaman gaya hidup hedonisme siswa kelas XI di SMAN 3 Sidoarjo. Jurnal BK UNESA, 6(3), 1–9. https://core.ac.uk/download/pdf/230614276.pdf
  16. Hadris, H., Makerra, A. D. R. A., & Anas, M. (2024). Studi keanekaragaman jenis capung di Desa Lembang Mokallang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Indonesia. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 1(1). https://doi.org/10.31605/ijec.v1i1.3714
  17. Hermawan, R., Hendrayana, Y., & Adhya, I. (2023). Keanekaragaman jenis anggrek di jalur pendakian Wirayana Gunung Cakrabuana Kabupaten Majalengka. Jurnal Nusa Sylva, 23(1), 19–32. https://doi.org/10.31938/jns.v23i1.475
  18. Imtihana, M., Martin, F. P., & Priyono, B. (2014). Pengembangan buklet berbasis penelitian sebagai sumber belajar materi pencemaran lingkungan di SMA. Journal of Biology Education, 3(2), 186–192. https://doi.org/10.15294/jbe.v3i2.4459
  19. Indrawati, L., Suharjo, S., Anita, N., Dominggus, H., Arianto, N. T., & Rahanto, S. (2012). Etnik Mamasa Desa Makuang Kecamatan Messawa Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4725
  20. Indrawan, I., Ariandi, A., Putra Nurdin, M. R. T. J. (2024). Keanekaragaman dan struktur komunitas semut (Formicidae) pada ekosistem permukiman. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 1(2). https://doi.org/10.31605/ijec.v1i2.6325
  21. Intika, T. (2018). Pengembangan media booklet science for kids sebagai sumber belajar di sekolah dasar. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 1(1), 10–17. https://doi.org/10.26618/jrpd.v1i1.1234
  22. Junaedhie, K. (2014). Membuat anggrek pasti berbunga. PT AgroMedia Pustaka.
  23. Mardiyana, M., Murningsih, & Utami, S. (2019). Inventarisasi anggrek (Orchidaceae) epifit di kawasan hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah. Jurnal Akademika Biologi, 8(2), 1–7. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/biologi/article/view/24766
  24. Mega, E. (2024). Tips mudah merawat bunga anggrek kesayangan di rumah. CV Andi Offset.
  25. Munandar, A. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi. Media Sains Indonesia.
  26. Nahlunnisa, H., Zuhud, E. A., & Santosa, Y. (2016). Keanekaragaman spesies tumbuhan di areal nilai konservasi tinggi perkebunan kelapa sawit Provinsi Riau. Media Konservasi, 21(1), 91–98. https://doi.org/10.29244/medkon.21.1.91-98
  27. Nuraina, I., Fahrizal, & Prayogo, H. (2018). Analisis komposisi dan keanekaragaman jenis tegakan penyusun hutan tembawang Jelomuk di Desa Meta Bersatu Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi. Jurnal Hutan Lestari, 6(1), 137–146. https://doi.org/10.26418/jhl.v6i1.24151
  28. Paramita, R., Panjaitan, R. G. P., & Ariyati, E. (2018). Pengembangan booklet hasil inventarisasi tumbuhan obat sebagai media pembelajaran pada materi manfaat keanekaragaman hayati. Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA, 2(2), 83–88.
  29. Parman. (2022). Eksplorasi keanekaragaman anggrek terestrial di hutan Sei Batu Mapan Mamburungan dan implementasinya terhadap pembelajaran biologi kelas X SMA/MA (Skripsi). Universitas Borneo Tarakan.
  30. Pralisaputri, K. D., Soegiyanto, H., & Muryani, C. (2016). Pengembangan media booklet berbasis SETS pada materi pokok mitigasi dan adaptasi bencana alam untuk kelas X SMA. Jurnal GeoEco, 2(2), 147–154.
  31. Prapitasari, B., Kurniawan, A. P., & Muharam, D. H. (2020). Keanekaragaman dan kemelimpahan jenis anggrek (Orchidaceae) di Resort Selabintana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat. Biosfer: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 5(1), 24–30. https://doi.org/10.23969/biosfer.v5i1.2569
  32. Prastowo, A. (2018). Sumber belajar dan pusat sumber belajar: Teori dan aplikasinya di sekolah/madrasah. Prenadamedia.
  33. Purnamasari, L., Yolanda, R., & Karno, R. (2016). Jenis-jenis anggrek epifit (Orchidaceae) di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu.
  34. Purwanto, A. W. (2016). Anggrek budi daya dan perbanyakan. LPPM UPN Veteran Yogyakarta Press.
  35. Puspita, D. (2019). Ampuhnya tanaman hias bagi kesehatan dan kecantikan. Laksana.
  36. Putera, A. K. S., & Isdaryanti, I. (2024). Distribusi dan inventarisasi keanekaragaman jenis burung di kawasan Kampus Universitas Sulawesi Barat dan sekitarnya. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 1(1). https://doi.org/10.31605/ijec.v1i1.3715
  37. Riandinata, S. K., Athifah, A., & Syafi, M. R. S. (2022). Inventarisasi keanekaragaman anggrek (Orchidaceae) di Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 10(1), 333–344. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v10i1.5003
  38. Rikardus, Prayogo, H., & Ardian, H. (2017). Analisis keanekaragaman jenis anggrek (Orchidaceae) pada hutan lindung Gunung Semahung Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 5(2), 292–299. https://doi.org/10.26418/jhl.v5i2.19857
  39. Saputra, A., & Agustina, P. (2019). Keanekaragaman makrofauna tanah di Universitas Sebelas Maret. Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek).
  40. Saputra, R., Tibalia, D., Darwis, F., & Sumirto, A. (2018). Keanekaragaman anggrek (Orchidaceae) di Taman Wisata Alam Sorong, Papua Barat. Jurnal Biologi Papua, 10(2), 74–79. https://doi.org/10.31957/jbp.492
  41. Sitepu. (2014). Pengembangan sumber belajar. Rajawali Pers.
  42. Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
  43. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
  44. Suparman, S., Putra Nurdin, M. R. T. J., & Fausan, M. M. (2024). Diversitas dan distribusi spasial kumbang tinja (Coleoptera: Scarabaeidae) pada dua tipe habitat di Sulawesi Barat. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 1(2). https://doi.org/10.31605/ijec.v1i2.6319
  45. Suwadji, S., Nugraha, N. S., & Dapala, O. (2022). Strategi pelestarian anggrek alam di ruang terbuka hijau Wonosobo. Prosiding Seminar Nasional, 1(1), 140–149. https://doi.org/10.55180/pro.v1i1.250
  46. Wanma, A., Penasifu, A. A., & Wanggai, J. (2022). Potensi dan keanekaragaman anggrek epifit di hutan mangrove Selat Sorendiweri Kabupaten Supiori Provinsi Papua. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(2), 255–264. https://doi.org/10.31849/bl.v9i2.11640
  47. Widiyanti, W. E., Iskandar, Z., & Herawati, H. (2020). Distribusi spasial plankton di Sungai Cilalawi Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Limnotek, 27(2), 117–130. http://dx.doi.org/10.14203/limnotek.v27i2.299
  48. Wijayanti, E., Rohman, F., & Hastuti, U. S. (2016). Pengembangan booklet penyuluhan “Nata de Pamelo” bagi para petani pamelo di Magetan. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian dan Pengembangan, 1(5), 874–880. http://dx.doi.org/10.17977/jp.v1i5.6293
  49. Wulanesa, W. O. S., Soegianto, A., & Basuki, N. (2017). Eksplorasi dan karakterisasi anggrek epifit di hutan Coban Trisula kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya). https://dx.doi.org/10.21176/protan.v5i1.360
  50. Yulianto, Y., Nurhidayah, N., Putra Nurdin, M. R. T. J., & Putera, A. K. S. (2024). Keanekaragaman burung hutan di empat desa penyangga Taman Nasional Gandang Dewata Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Indonesia. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 1(1). https://doi.org/10.31605/ijec.v1i1.3713
  51. Yusril, Y., Muis, N., Wahid, M., & Sari, A. P. (2024). Keanekaragaman dan potensi bakteri rhizosfer penambat nitrogen pada tanaman jewawut (Setaria italica L.) sebagai kandidat biofertilizer dalam pertanian berkelanjutan. Indonesian Journal of Ecology and Conservation, 1(2). https://doi.org/10.31605/ijec.v1i2.6327